Penyebab Hilangnya Sidik Jari Seseorang

Pernahkah Anda mengalami berbagai masalah karena sulitnya sidik jari untuk dideteksi? Lantas, apa jadinya jika sidik jari bukan hanya sulit terdeteksi, melainkan hilang?

Fungsi sidik jari

absensi sidik jari

Sidik jari memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai penambah gaya gesek dan objek identifikasi seseorang. Dengan adanya sidik jari, seseorang bisa memegang benda lebih erat. Itu sebabnya seseorang yang kehilangan sidik jarinya rentan jika memegang benda yang licin seperti gelas kaca. Gelas bisa jatuh jika tidak ada tangan lain yang menyangganya. Kedua, sidik jari bisa digunakan untuk mengetahui identitas seseorang. Hal itu karena setiap orang memiliki sidik jari yang unik, tidak identik sama dengan orang lain. Bahkan antara satu jari dengan jari lainnya memiliki pola sidik jari yang berbeda meski dalam satu tangan yang sama.

Sulitnya hidup tanpa sidik jari

Seseorang yang kehilangan sidik jari juga akan menemui kendala dalam mengurus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), paspor, SIM, termasuk mengakses pintu atau gadget yang menggunakan sidik jari sebagai security system. Tidak terbayang bukan betapa susahnya jika seseorang tidak bisa mengakses sendiri ponsel atau laptopnya karena sidik jari yang menghilang. Padahal sejumlah dokumen penting yang tidak terduplikat ada di dalamnya.

Lanjutkan membaca “Penyebab Hilangnya Sidik Jari Seseorang”

Melalui Sidik Jari Kemampuan Otak Dapat Dikenali

Test Sidik Jari Menggunakan Sensor U are U 4500
Test Sidik Jari Menggunakan Sensor U are U 4500

Sidik Jari – Pada artikel sebelumnya, kami pernah membahas tentang “Singkat dan Akurat Membaca Potensi Diri Lewat Sidik Jari” dan ini berkaitan dengan artikel yang saat ini kami sampaikan. Melalui sidik jari, banyak informasi yang dapat digali seperti potensi diri maupun kemampuan otak. Metode unik dalam mengenal kemampuan otak yaitu denga cara mengamati garis yang terdapat pada jari tangan dan telapak kaki. Ilmu yang digunakan untuk menganalisis potensi berdasar sidik jari disebut dermatoglyphics. Ilmu ini mempelajari pola guratan kulit atau sidik jari serta hubungannya dengan genetika tubuh manusia. Dalam beberapa penelitian, para ahli di bidang dermatoglyphics dan kedokteran anatomi tubuh menemukan fakta bahwa pola sidik jari bersifat genetis. Seperti sebuah kode khusus dalam diri manusia yang tidak bisa dihapus atau diubah bisa dikatakan unik. Kode ini pun sudah muncul ketika janin berusia 13-24 minggu. Keunikan pola ini tentu tidak akan sama pada setiap orang, mungkin mirip iya namun tidak pernah sama.

Faktor pertumbuhan saraf di otak memiliki hubungan dengan pertumbuhan jaringan kulit, temuan ini telah disampaikan oleh Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr. Stanley Cohen. Alasan ini dijadikan produk analisa oleh sebuah perusahaan yang memang berdiri untuk menganalisa kemampuan otak berdasarkan sidik jari. Proses analisanya, menggunakan sebuah alat pemindai sidik jari yang terkoneksikan dengan perangkat lunak. Pertama yang dilakukan adalah proses verifikasi kemudian memulai menghitung struktur sidik jari yang kemudian akan menampilkan hasil potensi berdasarkan genetik atau bawaan lahir. Tentu ini dapat menjadi analisa awal bagi kita untuk mengarahkan anak berdasarkan kemampuan otak sehingga akan lebih baik lagi kedepan. Untuk mendapatkan sensor sidik jari berkualitas, pastikan Anda mengetahui distributor resmi dan paket apa saja yang didapatkan.

Sumber : national geographic indonesia

Android Dengan Fingerprint Siap Meluncur?

Identifikasi Android dengan Sidik Jari
Identifikasi Android dengan Sidik Jari

Setelah banyak di gunakan diberbagai sistem komputer dan mikro kontroler sebagaimana digunakan pada perangkat mesin absensi dan akses kontrol kini sensor sidik jari atau fingerprint akan mulai banyak diadopsi oleh para pembuat perangkat mobile. Tak mau kalah, setelah Apple membawanya di iPhone 5S, kini perangkat Android dengan fitur serupa diprediksi segera bermunculan.

Pemindai sidik jari sendiri sebelumnya telah diuji coba pada Motorola Atrix 4G. Namun, sensor sidik jari di Atrix dianggap masih kurang bagus oleh para penggunanya. Sapuan jari untuk melakukan pemindaian di sensor Atrix dianggap sebagai kekurangan. Sedangkan pada iPhone 5S untuk memindai penggunanya hanya perlu menekan tombol ‘home’ seperti biasanya.

Dan informasi teknologi gadget terbaru, handset Android yang akan meluncur sekitar 6 bulan yang akan datang disebutkan memakai sensor Touch ID. Hal ini diungkap Michael Barrett, CFO FIDO Alliances atau lembaga non-profit Fast Identity Online.

Barrett memprediksi bahwa perangkat Android akan segera membawa pemindai sidik jari sebagai salah satu fitur. Namun, sensor yang dipakai di Android akan memakai open source system tak seperti di iPhone 5S yang memakai sistem lock down. Teknologi sidik jari semakin berkembang, bisa jadi kedepanya Gadget bisa digunakan sebagai absensi di kantor juga.

sumber: liputan6.com dan web terkait

Alibaba dan PayPal Terima Pembelian Dengan Sidik Jari

Handphone dengan Sensor Sidik JariTeknologi seluler terbaru saat ini memperkenalkan fitur fingerprint recognition yaitu proses verifikasi menggunakan sidik jari. Situs pembayaran PayPal dengan cepat memakai teknologi ini untuk memverifikasi transaksi yang dilakukan para penggunanya.

Situs jual beli online asal Cina Alibaba diduga juga berusaha untuk memakai fitur ini sebagai verifikasi pembelian para penggunanya yang memakai sensor sidik jari Samsung Galaxy S5, kali ini ke pasar Asia yang lebih luas.

Menurut laporan ini AliPay telah menguji peralatan-peralatan yang menggunakan sensor sidik jari seperti HTC One Max, iPhone 5S dan Galaxy S5 walaupun belum diketahui apakah fitur itu akan tersedia di beberapa ponsel itu atau tidak.

Sumber: Timlo

Teknologi Absensi Sidik Jari Mampu Deteksi Kesehatan

Mesin absensi sidik jari dengan fitur baru hasil karya dari tim beranggotakan Bagus Hanindito, Wisnu Wijayanto, dan Cindy Agustina itu memenangi “Fujitsu Innovation Challenge 2013”. Tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menciptakan absensi sidik jari dengan fitur mendeteksi kondisi  kesehatan penggunanya. Cindy dan kedua rekannya memiliki ide mengembangkan perangkat mesin fingerprint untuk dijadikan alat absen sekaligus pendeteksi kondisi kesehatan melalui pengecekan jumlah hemoglobin dalam darah. Mereka menamaklan karyanya dengan “Attendance Record System with Integrated Body Health Information”.

Cara kerjanya, kata Cindy, mengecek deoxygenated haemoglobin yakni hemoglobin yang tidak diikat oksigen. Semakin banyak hemoglobin yang terkena sinar inframerah maka warnanya menjadi gelap dan apabila kurang menjadi terang, warna gelap mengindikasikan kondisi sehat, sedangkan terang artinya seseorang sakit atau sedang kelelahan.

Event challenge ini merupakan ajang kompetisi untuk mahasiswa se-tanah air untuk berkreasi menciptakan aplikasi inovatif dengan menggunakan teknologi otentikasi pembuluh darah terbaru.

Singkat dan Akurat Membaca Potensi Diri Lewat Sidik Jari

analisa sidik jariMeneropong potensi dan bakat seseorang memang tidak mudah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain melalui observasi, pengenalan minat, dan tes psikologi. Tes sidik jari juga bisa diaplikasikan untuk mendeteksi bakat. Salah satu ‘kelebihan’ tes ini adalah prosedurnya relatif sederhana dan singkat.

Pertama, masing-masing jari tangan di-scan dari tiga sisi dengan alat khusus semacam kamera yang terhubung dengan komputer. Proses pemindaian (scanning) berlangsung 10-15 menit, dan hasilnya diproses selama 5-7 hari. “Semua data dikirim ke laboratorium khusus dan dianalisis oleh ahli dermoglifik dari Singapura,” jelas Aju.

Hasil tes ini boleh dibilang 99 persen akurat dan bersifat tetap. Tes ini tidak dipengaruhi oleh kondisi mood atau fisik seseorang pada saat tes. Karena yang diukur adalah sesuatu yang jelas wujudnya dan tidak akan berubah. Jadi setiap orang hanya perlu melakukan tes ini sekali seumur hidup.

Pemindai Sidik Jari di iPhone 5S

Tampil impresif dengan kehadiran pemindai sidik jari untuk memperkuat sistem keamanannya. Sistem pemindai sidik jari bukan hal baru dalam teknologi smartphone. Namun tetap saja, sistem keamanan biometrik ini telah dipermak jadi semakin canggih. Scanner fingerprint sebelumnya telah coba diaplikasi Motorola Atrix 4G pada tahun 2011 lalu. Hanya saja, fitur ini tak mampu mendongkrak pamor Atrix di pasar ponsel dunia. Pun demikian, jejak buruk Atrix tak membuat Apple takut untuk mengadopsi pemindai sidik jari di iPhone sebagaimana dilansir oleh inet.detik.com.

Sensor Touch ID dilekatkan pada home button iPhone 5S berfungsi sebagai kunci dari gerbang keamanan perangkat tersebut. Jadi jika dulu pengguna butuh password, kini tinggal tempelkan jari untuk mengakses iPhonenya. Identifikasi jari yang bisa dikenali sensor touch ID pun bisa multiple, artinya tak terpaku hanya satu jari.

Selain sebagai kunci gembok iPhone, sensor touch ID pun bisa digunakan saat ingin melakukan transaksi di iTunes. Cara kerjanya seperti biasa, setelah memilih aplikasi yang diinginkan, nanti ada pilihan otentifikasi dimana salah satunya menggunakan pemindai sidik jari. Khawatir data sidik jari Anda bocor? Jangan khawatir, sebab Apple mengklaim jika data tersebut tak akan disimpan ke layanan awan atau iCloud sebagaimana sistem absensi Fingerspot Cloud Service.

 

Cara Ilmiah dan Objektif Membaca Potensi Diri

Selama ini mungkin kita merasa sudah mengenal potensi diri. Namun, kita mungkin merasa belum ‘pas’ dengan pekerjaan yang kita tekuni selama ini. Meski sudah mencapai posisi tinggi. Tes Sidik Jari, sejauh ini, tes sidik jari lebih ‘populer’ di kalangan kepolisian untuk mengungkap berbagai kasus kejahatan. Sidik jari memang sangat diandalkan untuk mengidentifikasi seseorang, karena sifatnya sangat unik dan tidak akan pernah berubah – walaupun mungkin seseorang pernah mengalami luka. Dan, tidak ada dua pola sidik jari yang sama, sekalipun pada orang kembar. Karena, sidik jari terbentuk secara genetik sejak seseorang di dalam kandungan usia 13 minggu dan akan menjadi sempurna pada minggu ke-24. Proses pembentukan sidik jari pun sejalan dengan perkembangan sistem saraf.

Tes sidik jari memang baru diperkenalkan di Indonesia mulai tahun 2008. Awalnya, banyak pihak yang meragukan keabsahan tes ini. Namanya ‘barang’ baru, wajar bila muncul pro-kontra, di kalangan awam maupun akademisi. Banyak yang menghubungkannya dengan palmistry (ilmu rajah tangan) dan ramal-meramal.

“Tes sidik jari memiliki dasar ilmiah dan analisisnya pun dihitung secara computerized, jadi sangat obyektif,” ungkap Aju Shinta Sadewo.

Tes ini berdasarkan teori dermatoglyphic, yaitu ilmu yang khusus mempelajari pola guratan pada epidermal kulit, dari jari dan telapak tangan, hingga jari dan telapak kaki. Riset yang mengungkap keterkaitan antara sidik jari dan fungsi otak sudah dikembangkan sejak abad ke-18. Salah seorang yang berhasil membuktikannya adalah Charlotte Wolff (1897-1986), ahli dermatoglifik. Menurutnya, sidik jari bisa mencerminkan cara berpikir seseorang. Sementara pada tahun 1974, Beverly C. Jaegers menemukan adanya hubungan lebih spesifik antara pola sidik jari dan karakter psikologis seseorang. Dikatakan, setiap jari mewakili salah satu karakter manusia. Ibu jari, misalnya, mencerminkan cara kita mengambil keputusan. Sedangkan jari telunjuk berkaitan dengan cara kita mengekspresikan citra diri di mata publik.

Benarkah Pola Sidik Jari Berubah?

Pola pembentukan garis-garis sidik jari terbentuk sejak embrio berusia 13 minggu dalam kandungan. Saat itu, tonjolan diujung jari, interdigital, area thernar (berhubungan dengan telapak tangan dan kaki), dan hypothenar ditangan mulai terbentuk. Formasi tersebut terlengkapi ketika janin berusia 24 minggu dan terus berkembang seiring dengan perkembangan sel saraf otak. Jumlah garis-garis sidik jari tidak akan pernah berubah setelah bayi dilahirkan karena pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA seseorang. Jadi, pola sidik jari bersifat di turunkan dari orangtua si anak.

Pola sidik jari berentuk dua dimensi yang diciptakan dari pergesekan bukit-bukit yang terdapat pada jari manusia (bukit dan lembah). Sementara kulit manusia biasanya halus, tangan dan kaki menimbulkan bukit-bukit dan lembah-lembah kecil yang menambah kekasaran. Bukit-bukit tersebut terbentuk semasa tahapan embrio manusia dan tidak berubah seumur hidupnya. Struktur fisik bukit terbentuk berdasarkan faktor-faktor komposisi genetik dan arus cairan embrio (Prabhakar 2001).

Sidik jari tangan dan kaki manusia terbentuk sebelum lahir dan tidak pernah berubah seumur hidupnya. Bukit-bukit pada sidik jari terdiri dari karakteristik individual yaitu ujung bukit (ridge endings), pencabangan dua (bifurcations), titik (dots) dan bermacam bentuk bukit. Hubungan unit masing-masing karakteristik tersebut dalam sidik jari tidak berubah seumur hidup hingga terjadi dekomposisi setelah kematian.

Setelah pembentukan, bukit-bukit sidik jari pada bayi yang tumbuh adalah seperti lukisan wajah pada balon dengan menggunakan pulpen dan kemudian balon itu ditiup hingga mengembang secara seragam pada segala arah. Perubahan yang tidak alami pada bukit-bukit sidik jari terjadi akibat luka goresan yang dalam hingga menembus seluruh lapisan kulit dan penyakit seperti lepra.

Berdasarkan dari penelitian sejak dalam janin manusia sidik jari sudah terbentuk dan ini tidak bisa berubah sampai kapanpun.Oleh karena itu banyak teknologi menggunakan fungsi dari pada biometrik termasuk sidik jari ini dengan berbagai keunggulan yang tidak di miliki teknologi lainya.

Pola Sidik Jari Berubah