Teknologi Absensi Sidik Jari Mampu Deteksi Kesehatan

Mesin absensi sidik jari dengan fitur baru hasil karya dari tim beranggotakan Bagus Hanindito, Wisnu Wijayanto, dan Cindy Agustina itu memenangi “Fujitsu Innovation Challenge 2013”. Tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menciptakan absensi sidik jari dengan fitur mendeteksi kondisi  kesehatan penggunanya. Cindy dan kedua rekannya memiliki ide mengembangkan perangkat mesin fingerprint untuk dijadikan alat absen sekaligus pendeteksi kondisi kesehatan melalui pengecekan jumlah hemoglobin dalam darah. Mereka menamaklan karyanya dengan “Attendance Record System with Integrated Body Health Information”.

Cara kerjanya, kata Cindy, mengecek deoxygenated haemoglobin yakni hemoglobin yang tidak diikat oksigen. Semakin banyak hemoglobin yang terkena sinar inframerah maka warnanya menjadi gelap dan apabila kurang menjadi terang, warna gelap mengindikasikan kondisi sehat, sedangkan terang artinya seseorang sakit atau sedang kelelahan.

Event challenge ini merupakan ajang kompetisi untuk mahasiswa se-tanah air untuk berkreasi menciptakan aplikasi inovatif dengan menggunakan teknologi otentikasi pembuluh darah terbaru.

Singkat dan Akurat Membaca Potensi Diri Lewat Sidik Jari

analisa sidik jariMeneropong potensi dan bakat seseorang memang tidak mudah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain melalui observasi, pengenalan minat, dan tes psikologi. Tes sidik jari juga bisa diaplikasikan untuk mendeteksi bakat. Salah satu ‘kelebihan’ tes ini adalah prosedurnya relatif sederhana dan singkat.

Pertama, masing-masing jari tangan di-scan dari tiga sisi dengan alat khusus semacam kamera yang terhubung dengan komputer. Proses pemindaian (scanning) berlangsung 10-15 menit, dan hasilnya diproses selama 5-7 hari. “Semua data dikirim ke laboratorium khusus dan dianalisis oleh ahli dermoglifik dari Singapura,” jelas Aju.

Hasil tes ini boleh dibilang 99 persen akurat dan bersifat tetap. Tes ini tidak dipengaruhi oleh kondisi mood atau fisik seseorang pada saat tes. Karena yang diukur adalah sesuatu yang jelas wujudnya dan tidak akan berubah. Jadi setiap orang hanya perlu melakukan tes ini sekali seumur hidup.

Pemindai Sidik Jari di iPhone 5S

Tampil impresif dengan kehadiran pemindai sidik jari untuk memperkuat sistem keamanannya. Sistem pemindai sidik jari bukan hal baru dalam teknologi smartphone. Namun tetap saja, sistem keamanan biometrik ini telah dipermak jadi semakin canggih. Scanner fingerprint sebelumnya telah coba diaplikasi Motorola Atrix 4G pada tahun 2011 lalu. Hanya saja, fitur ini tak mampu mendongkrak pamor Atrix di pasar ponsel dunia. Pun demikian, jejak buruk Atrix tak membuat Apple takut untuk mengadopsi pemindai sidik jari di iPhone sebagaimana dilansir oleh inet.detik.com.

Sensor Touch ID dilekatkan pada home button iPhone 5S berfungsi sebagai kunci dari gerbang keamanan perangkat tersebut. Jadi jika dulu pengguna butuh password, kini tinggal tempelkan jari untuk mengakses iPhonenya. Identifikasi jari yang bisa dikenali sensor touch ID pun bisa multiple, artinya tak terpaku hanya satu jari.

Selain sebagai kunci gembok iPhone, sensor touch ID pun bisa digunakan saat ingin melakukan transaksi di iTunes. Cara kerjanya seperti biasa, setelah memilih aplikasi yang diinginkan, nanti ada pilihan otentifikasi dimana salah satunya menggunakan pemindai sidik jari. Khawatir data sidik jari Anda bocor? Jangan khawatir, sebab Apple mengklaim jika data tersebut tak akan disimpan ke layanan awan atau iCloud sebagaimana sistem absensi Fingerspot Cloud Service.

 

Cara Ilmiah dan Objektif Membaca Potensi Diri

Selama ini mungkin kita merasa sudah mengenal potensi diri. Namun, kita mungkin merasa belum ‘pas’ dengan pekerjaan yang kita tekuni selama ini. Meski sudah mencapai posisi tinggi. Tes Sidik Jari, sejauh ini, tes sidik jari lebih ‘populer’ di kalangan kepolisian untuk mengungkap berbagai kasus kejahatan. Sidik jari memang sangat diandalkan untuk mengidentifikasi seseorang, karena sifatnya sangat unik dan tidak akan pernah berubah – walaupun mungkin seseorang pernah mengalami luka. Dan, tidak ada dua pola sidik jari yang sama, sekalipun pada orang kembar. Karena, sidik jari terbentuk secara genetik sejak seseorang di dalam kandungan usia 13 minggu dan akan menjadi sempurna pada minggu ke-24. Proses pembentukan sidik jari pun sejalan dengan perkembangan sistem saraf.

Tes sidik jari memang baru diperkenalkan di Indonesia mulai tahun 2008. Awalnya, banyak pihak yang meragukan keabsahan tes ini. Namanya ‘barang’ baru, wajar bila muncul pro-kontra, di kalangan awam maupun akademisi. Banyak yang menghubungkannya dengan palmistry (ilmu rajah tangan) dan ramal-meramal.

“Tes sidik jari memiliki dasar ilmiah dan analisisnya pun dihitung secara computerized, jadi sangat obyektif,” ungkap Aju Shinta Sadewo.

Tes ini berdasarkan teori dermatoglyphic, yaitu ilmu yang khusus mempelajari pola guratan pada epidermal kulit, dari jari dan telapak tangan, hingga jari dan telapak kaki. Riset yang mengungkap keterkaitan antara sidik jari dan fungsi otak sudah dikembangkan sejak abad ke-18. Salah seorang yang berhasil membuktikannya adalah Charlotte Wolff (1897-1986), ahli dermatoglifik. Menurutnya, sidik jari bisa mencerminkan cara berpikir seseorang. Sementara pada tahun 1974, Beverly C. Jaegers menemukan adanya hubungan lebih spesifik antara pola sidik jari dan karakter psikologis seseorang. Dikatakan, setiap jari mewakili salah satu karakter manusia. Ibu jari, misalnya, mencerminkan cara kita mengambil keputusan. Sedangkan jari telunjuk berkaitan dengan cara kita mengekspresikan citra diri di mata publik.

Benarkah Pola Sidik Jari Berubah?

Pola pembentukan garis-garis sidik jari terbentuk sejak embrio berusia 13 minggu dalam kandungan. Saat itu, tonjolan diujung jari, interdigital, area thernar (berhubungan dengan telapak tangan dan kaki), dan hypothenar ditangan mulai terbentuk. Formasi tersebut terlengkapi ketika janin berusia 24 minggu dan terus berkembang seiring dengan perkembangan sel saraf otak. Jumlah garis-garis sidik jari tidak akan pernah berubah setelah bayi dilahirkan karena pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA seseorang. Jadi, pola sidik jari bersifat di turunkan dari orangtua si anak.

Pola sidik jari berentuk dua dimensi yang diciptakan dari pergesekan bukit-bukit yang terdapat pada jari manusia (bukit dan lembah). Sementara kulit manusia biasanya halus, tangan dan kaki menimbulkan bukit-bukit dan lembah-lembah kecil yang menambah kekasaran. Bukit-bukit tersebut terbentuk semasa tahapan embrio manusia dan tidak berubah seumur hidupnya. Struktur fisik bukit terbentuk berdasarkan faktor-faktor komposisi genetik dan arus cairan embrio (Prabhakar 2001).

Sidik jari tangan dan kaki manusia terbentuk sebelum lahir dan tidak pernah berubah seumur hidupnya. Bukit-bukit pada sidik jari terdiri dari karakteristik individual yaitu ujung bukit (ridge endings), pencabangan dua (bifurcations), titik (dots) dan bermacam bentuk bukit. Hubungan unit masing-masing karakteristik tersebut dalam sidik jari tidak berubah seumur hidup hingga terjadi dekomposisi setelah kematian.

Setelah pembentukan, bukit-bukit sidik jari pada bayi yang tumbuh adalah seperti lukisan wajah pada balon dengan menggunakan pulpen dan kemudian balon itu ditiup hingga mengembang secara seragam pada segala arah. Perubahan yang tidak alami pada bukit-bukit sidik jari terjadi akibat luka goresan yang dalam hingga menembus seluruh lapisan kulit dan penyakit seperti lepra.

Berdasarkan dari penelitian sejak dalam janin manusia sidik jari sudah terbentuk dan ini tidak bisa berubah sampai kapanpun.Oleh karena itu banyak teknologi menggunakan fungsi dari pada biometrik termasuk sidik jari ini dengan berbagai keunggulan yang tidak di miliki teknologi lainya.

Pola Sidik Jari Berubah

Metode Analisa Psikologi dengan Sidik Jari

Pernahkah anak anda atau anda sendiri memiliki pengalaman ikut test psikologi ?

Umumnya test tersebut menggunakan kuesioner dan interview dalam metode-nya. Dahulu metode pengukuran tersebut diklaim metode yang akurat. Namun untuk saat ini mari kita ricek kembali sistem seperti ini. Bayangkan bagaimana kita harus mengerjakan soal-soal tersebut yang jumlahnya tidak sedikit. detik per detik dengan penuh ketelatenan dan kerumitan. Mulai membaca perkalimat sampai memikirkan jawabanya dan bonusnya “dag.. dig dug..”

Dewasa ini semua itu tak terlalu berati walau masih saja ada yang menggunakan test psikologi dengan metode kuno ini. Saat ini cukup “place finger” jari di tempelkan di atas sensor kemudian muncul report berlembar-lembar.

“Koq bisa ya?” itu bayangan kita hehe..

Dalam Test Psikologi dengan sidik jari menggunakan dua metode, masing -masing memiliki fungsi sendiri. Berikut metode yang digunakan.


a. Metode DIC Fingerprint

DIC Fingerprint adalah suatu sistem analisa sidik jari yang bertujuan untuk mengungkapkan potensi genetik seseorang dalam kaitannya dengan bakat, kecerdasan, kecenderungan karakter dan motivasi.

Metode ilmiah ini didasari berbagai disiplin ilmu yang meliputi, Science & Research of Dermatoglyphics, Ilmu Kedokteran (anatomi tubuh, khususnya otak), Ilmu Psikologi Modern.

Metode ini adalah hasil aplikasi dari teori ilmiah terkini yang sudah diujicoba selama 2 tahun terakhir. Di negara seperti Taiwan, Singapura, Thailand dan Amerika telah menerapkan metode ini dalam bidang pendidikan dan personalia.

b. Metode Talents Spectrum

Talents Spectrum merupakan sebuah brand untuk finger prints analysis yang digunakan untuk mengetahui potensi seorang anak sejak dini. Tehnik ini merupakan pengembangan dari ilmu dermatoglyphics yaitu ilmu yang membahas pembentukan pola sidik jari. Tehnik finger prints analysis ini merupakan kombinasi dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu antropologi, kedokteran, forensik, ilmu saraf, dan psikologi modern serta IT.

Salah satu struktur genetis yang relatif bersifat menetap dan dapat diamati adalah sidik jari dan retina mata manusia. Penelitian mengenai fungsi otak, sistem syaraf dan struktur belahan otak kanan dan kiri, yang memiliki banyak korelasinya dengan pola pembentukan sidik jari seseorang yang sudah terbentuk semenjak janin dalam kandungan usia 13 minggu. Selain itu, berdasarkan penemuan Howard Garner seorang ahli medis dan pendidikan dari Harvard University, beliau menemukan 8 kemampuan otak yang yang berkaitan dengan spesifikasi struktur kecerdasan yang membedakan dirinya dengan orang lain. Perbedaan ini terjadi antara lain karena manifestasi genetik yang bersifat spesifik pada proses perkembangan susunan syaraf pusat, yang salah satunya bisa dideteksi melalui garis-garis sidik jari yang memiliki informasi genetik untuk menentukan struktur otak mana yang dominan. Dominasi otak merupakan salah satu keunikan otak manusia. Upaya mengenali dominasi otak dapat menjadi salah satu cara mengenal diri. Karena hal itu juga mencerminkan gaya berpikir (style of thinking) yang berbeda akan sejalan dengan kebutuhan gaya belajar (style of learning) yang unik.

Demikian metode yang di gunakan untuk menganalisa psikologi seseorang yang lebih akurat daripada menjawab pertanyaan yang sulit di pastikan jawabanya.

4 Pola Dasar Sidik Jari dan Kepribadian Manusia

Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Dalam artian, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda.

Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius. Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini.

Setiap orang mungkin saja memiliki Whorl, Arch, atau Loop di setiap ujung jari (sidik jari) yang berbeda, mungkin sebuah Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah setiap jari, dan kebanyakan orang ada juga yang mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan lainnya. Pola-pola dapat juga ditemukan pada ruas kedua dan ketiga di setiap jari.

1. Whorl

Whorl bisa berbentuk sebuah Spiral, Bulls-eye, atau Double Loop. Whorl adalah titik-titik menonjol dan kontras, dan bisa dilihat dengan mudah.

Cetakan Spiral dan Bulls-eye adalah persis sebangun dalam interpretasinya, namun yang kedua memberikan sedikit lebih banyak fokus. Di mana pun di bagian tangan, Whorl menyoroti dan menekankan kepada daerah tertentu, menjadikannya sebuah wilayah fokus di dalam kehidupan subyek.

2. Arch

Pola ini bisa terlihat sebagai sebuah Flat Arch, atau Tented Arch. Perhatikan setiap pola Arch menaik sangat tinggi.

Pola Arche menandakan nilai-nilai tradisional dan akhlak yang tinggi. Di dalam hampir semua kasus, nilai-nilai moral adalah menurut sebagian orang di “masa lampau” yang mana mereka telah dipermalukan. Orang-orang dengan pola ini mengalami kesulitan untuk melihat sifat-sifat negatif mereka sendiri, dan untuk memahami bahwa “masa lampau” yang mereka kunci di atas noda atau perasaan malu hanyalah sebuah pengalaman yang diperlukan untuk perkembangan kepribadian secara penuh. Orang dengan Flat Arch mengikuti tradisi dengan sedikit pemikiran mandiri, sedangkan orang dengan pola Tented Arch mengungkapkan suatu kedalaman intelektual.

3. Loop

Loop dapat menaik ke arah ujung jari, atau menjatuh ke arah pergelangan tangan. Common Loop bergerak ke arah ibu jari, sementara Radial Loop (Loop terbalik) bergerak mengarahkan ujung pemukulnya ke sisi lengan.

a. Loop Umum (Common Loop)

Tipe paling umum dari sidik jari adalah Common Loop. Cetakan ini mengungkap kemampuan untuk menggunakan berbagai ide dari berbagai sumber ide, dan mencampurnya dengan gaya yang unik.

Loop mengungkapkan seorang “pengikut” yang alami. Keinginan untuk memimpin orang lain lebih sering muncul, tapi bukan berarti setiap orang dengan Common Loop memiliki kemampuan untuk memimpin.

b. Loop Memusat (Radial Loop)

Sebuah cetakan menukik yang memasuki dan berangkat dari sisi ibu jari tangan disebut Radial Loop (kadang-kadang disebut Reverse Loop, atau Inventor Loop). Jika Common Loop menunjukkan campuran gaya-gaya lain, Radial Loop mengungkapkan kemampuan untuk menciptakan sebuah gaya atau sistem yang sama sekali baru. Orang ini mempunyai ingatan visual yang tajam, mampu mengingat tidak hanya gambaran-gambaran, tapi juga tindakan-tindakan dan emosi-emosi yang menyertai gambaran-gambaran tadi. Seperti halnya semua tanda yang lain, Radial Loop berlaku bagi bidang apapun atau jari yang di atasnya ditemukan tanda itu.

c. Double Loop

Double Loop kebanyakan disalahpahami oleh hampir semua penandaan Dermatoglyphic. Pada umumnya, menginterpretasikan Double Loop sama seperti dengan Whorl-whorl yang lain, dengan perbedaan utama: Hingga kepribadian yang dikembangkan akan cenderung dengan kuat ke arah pernyataan yang dilebih-lebihkan, manipulasi, dan tindakan-tindakan bersifat subversif di dalam wilayah kehidupan. Sebagai contoh, seseorang dengan Double Loop pada kedua ibu jarinya mungkin di dalam awal kehidupannya menggunakan penipuan untuk membantu mewujudkan keinginan mereka terhadap yang lain. Pemilik garis tangan ini tertarik ke arah karier yang dramatis, yang dengan usaha biasa dapat diwujudkan dengan mudah.

4. Triradius

Triradius (juga disebut “Delta”) dapat digunakan untuk menunjuk dengan tepat pusat dari setiap gunung. Gunung-gunung itu kemudian bisa dilihat sebagai terpusat, kecenderungan, atau berpindah.

Sumber: wikimu.com

Identifikasi Sidik Jari Untuk Absensi

Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.Karena keunikannya itulah, sidik jari saat ini sering digunakan untuk memonitor kehadiran seseorang di sebuah kantor atau mungkin sekolah. Dengan mesin absensi sidik jari maka kemungkinan adanya penitipan absent maupun manipulasi data dapat diminimalisir.

Mesin absensi sidik jari kebanyakan dikenal Fingerprint atau Fingerspot dan masih banyak lagi dalam penyebutanya. Mesin absensi sidik jari adalah mesin yang digunakan untuk mendata kehadiran dengan menggunakan sensor yang dapat membaca garis atau image sidik unik.

Menggunakan identifikasi sidik jari untuk absensi suatu pilihan yang tepat dibanding yang lain. Berikut ini sekerumit dari kami akan menjelaskan beberapa faktor mengapa memilih absensi menggunakan mesin absenis sidik jari sebagai pilihan yang tepat dengan berbagai keunggulanya.

1. Kenyamanan
Dimulai dari registrasi yang simple, karyawan tidak perlu repot membawa kartu karyawan maupun kertas atau kartu. Setiap karyawan tidak akan lupa membawa alat absensinya atau jari yang telah di registrasi. Dalam berabsensi kita tidak pelu menekan password atau pin yang merepotkan. Yang kita lakukan hanya menaruh jari kita tepat diatas sensor sidik jari. Atau tinggal “Place Finger!”


2. Keamanan

Dengan menggunakan absensi sidik jari tingkat keamanan sangat tinggi dikarenakan setiap sidik jari setiap pengguna berbeda-beda atau unik. Jadi pengguna tidak bisa saling menitipkan absensi seperti yang dilakukan ketika kita menggunakan absensi tanda tangan, amano atau menggunakan kartu.

3. Efektivitas Waktu
Lihatlah perubahan pertama ketika perusahaan anda menggunakan absensi sidik jari. Karyawan atau pengguna akan datang lebih tepat waktu beda dengan hari sebelum menggunakan absensi sidik jari. Dalam penggunaan absensi lebih cepat dari pada amano, barcode apalagi tanda tangan manual. Absensi sidik jari pada umumnya mempunyai kecepatan pambacaan <= 0.5 detik.Absensi sidik jari mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Dalam pendataan dapat terpusat dalam satu database. Dengan mesin absensi sidik jari data dapat terpusat walau diluar kota tanpa menunggu terlalu lama karena dalam pembuatan laporan kita tidak perlu repot merekap manual satu persatu. Semuanya bisa di bilang “Just Click!”. Dengan faktor ini kita bisa meningkatkan produktifitas berdasarkan kedisiplinan.

4. Efisiensi Biaya
Absensi sidik jari lebih efisien jika dibandingkan dengan identifikasi dengan suara maupun retina mata. atau dengan amano yang setiap bulanya harus mengeluarkan biaya membeli kertas, tinta maupun maintenance yang repot. Dengan mesin absensi sidik jari juga dapat mengurangi kecurangan jam kerja yang bisa saja membuat bangkrut perusahaan anda. Bahkan dewasa ini perusahaan yang sudah menggunakan absensi sidik jari mereka memperkerjakan bagian penggajian atau HRD yang jumlahnya 1-2 orang. Jadi selain mengefisiensi biaya perawatan , pemakaian juga mengefisiensi dalam pengeluaran penggajian setiap bulannya. Silahkan di perhitungkan.

5. Investasi Terjangkau
Dibandingkan harga absensi amano maupun card, barcode, harga absensi sidik jari lebih murah. Bahkan absensi sidik jari pada akhir-akhir ini berkisar dibawah 2 juta pun ada. Tetapi harga juga bermacam –macam sesuai viturnya.
Dengan beberapa faktor tersebut mesin absensi sidik jari jauh lebih sesuai untuk berbagai perusahaan, instansi, sekolah atau kampus dsb. Tapi perlu berhati-hati pula dalam memilih mesin absensi. Berikutnya kita akan membahas bagaimana memilih absensi sidik jari yang sesuai dan baik.

 

Mengapa Sidik Jari?

Setiap manusia diberikan dua tangan dan dua kaki oleh Sang Maha Pencipta. Pada jari-jari tangan dan kaki manusia pasti memiliki  gambaran atau image sidik jari.

Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.

Tak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun di antara dua saudara kembar. Dalam dunia sains pernah dikemukakan, jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian.

Mengingat betapa akuratnya mengidentifikasikan seseorang lewat sidik jari, diciptakanlah berbagai teknologi sidik jari dengan sistem analisa elektronik. Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya. Luar biasa bukan!

Negara Indonesia meski sidik jari lebih populer untuk melacak pelaku kejahatan, alat pendeteksi sidik jari ini ternyata juga digunakan di berbagai bidang teknologi lainya seperti  mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, fingerprint data secure dan masih banyak pengembangan sistem lainnya yang dipelopori perusahaan Brand Teknologi Sidik Jari Fingerspot. Kini, seiring bertahannya cara manual yaitu pengambilan sidik jari dengan tinta di atas kartu atau kertas, perkembangan sistem identifikasi sidik jari kian terasa. Banyak perusahaan yang kian menyadari kegunaannya. Efisiensi menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di perusahaan-perusahaan. Alat ini mendorong perusahaan untuk menghemat waktu, tenaga sekaligus menjamin keamanan. Alat dengan teknologi sidik jari ini pun laris-manis sebagai barang komersial dengan dilengkapi fitur canggih pun disertakan di dalamnya.

Sistem identifikasi sidik jari ini yang masuk melalui dunia sains kini telah bergeser keberadaannya. Tak hanya kepentingan dunia pengetahuan atau aparat keamanan saja yang terpenuhi dengan penggunaan alat ini, setiap perusahaan komersial pun merasakan manfaatnya. Yang paling jelas, bukti kehadiran karyawan (absensi) bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Alat ini pun amat populer di antara nasabah perbankan. Dunia otomotif juga tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan keunggulan alat ini. Mereka bisa menggunakan sidik jari untuk sistem kunci. Belum lagi, ketika ingin login untuk mengakses sistem di komputer, saat ini pun pemakaian alat tersebut semakin digandrungi. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk keamanan terhadap data yang telah tersimpan.

Ini salah satu bukti pula bahwa pemakaian alat pendeteksi sidik jari manusia menjadi lebih berkembang dengan pemakaian yang variatif. Dengan kata lain, kegunaan mesin otomatis pendeteksi sidik jari semakin luas penggunaannya. Tidak hanya untuk mengetahui latar belakang tersangka kriminal seperti kegunaannya pada awalnya, tetapi juga untuk kemudahan lainnya dalam sebuah perusahaan atau institusi.

Namun, alat tinggallah alat jika faktor-faktor non-teknis tak bisa dipenuhi. Dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan, orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu berkaitan dengan kriminalitas.

Zaman semakin maju, perkembangan teknologi pun menjadi lebih luar biasa. Semua pekerjaan menuntut efisiensi baik dalam hal waktu, tenaga hingga tingkat keamanan yang tinggi. Pendeteksi sidik jari pun sudah bergeser cara kerjanya. Mencatat sidik jari dengan menggunakan tinta dan kertas sudah ketinggalan zaman. Kini telah muncul alat-alat pendeteksi elektronik yang otomatis. Sekali tekan, seluruh data keluar. Sistem yang digunakan di AS oleh agen-agen FBI tahun 70-an lalu, kini telah berubah. Tidak lagi dipakai oleh para aparat saja tapi berangsur-angsur menjadi barang komersial yang laku di pasar. Rasanya, asal kelengkapan dan keakurasian data bisa diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.

4 Sistem Pembacaan Sensor Sidik Jari

“Letakkan Jari Anda.” terdengar dari dalam mesin suara operator mesin Fingerspot.

Jari mulai saya letakkan sebanyak dua kali kemudian saya simpan. Setelah itu saya mencoba keluar dari menu utama dan mencoba verifikasi jari. Dan hasilnya Scan diterima oleh mesin.

Dari hal tersebut kita periksa lebih detail bagaimana sistem mesin sidik jari membaca data yang selanjutnya digunakan sebagai verifikasi.  Lanjutkan membaca “4 Sistem Pembacaan Sensor Sidik Jari”