Tantangan Berat Kelola Tenaga Kerja Pada Perusahaan Sektor Konstruksi

Pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jalan tol, lintasan kereta api, bandara, pelabuhan, waduk, bendungan, pembangkit listrik, pos batas negara dan sebagainya tak lepas dari peran sektor konstruksi. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi memiliki cakupan pekerjaan yang sangat luas, mulai dari melayani jasa konsultasi konstruksi seperti pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, manajemen penyelanggaraan konstruksi bangunan, hingga melayani pekerjaan konstruksi antara lain pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, pembangunan kembali sebagian atau keseluruhan bangunan gedung maupun bangunan sipil, dengan melibatkan para pekerja terampil misalnya mandor, operator, teknisi, pengawas, serta ahli kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja pada perusahaan konstruksi memang pada umumnya akan menghabiskan waktu kerjanya di lapangan.

Keberhasilan proyek dan perusahaan di sektor konstruksi banyak bergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM) atau para tenaga kerja yang digunakan. Setidaknya ada dua kriteria mendasar yang harus dimiliki tenaga kerja konstruksi untuk mendukung keberhasilan setiap proyek yang dijalankan dan turut memajukan perusahaan, yakni kualitas dan pengelolaan para tenaga kerja. Namun, dua kriteria mendasar ini ternyata menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi hampir seluruh perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi.

Tantangan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi dari Segi Kualitas

Terkait kualitas SDM atau tenaga kerja di sektor konstruksi hingga kini masih menjadi suatu tantangan yang cukup berat. Berdasarkan data pusat pembinaan sumber daya investasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta LPJKN didapati bahwa dari 6,9 juta tenaga kerja konstruksi Indonesia, tidak lebih dari 10% berkualifikasi ahli, 30% terampil, dengan hanya ada sekitar 380.000 yang bersertifikat.

Peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia harus terus didorong karena memiliki potensi masa depan yang bagus. Menurut laporan Global Construction 2025, diproyeksikan sektor konstruksi Indonesia akan naik lima peringkat dari posisi sepuluh menuju posisi kelima sebagai pasar konstruksi terbesar dunia dalam kurun waktu 2012-2025.

Dengan demikian, SDM atau tenaga kerja konstruksi harus terus diperbaiki kualitasnya lewat pendidikan, pelatihan dan sertifikasi sehingga bisa membuat sektor konstruksi di Indonesia semakin maju dan berdaya saing global.

Tantangan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi dari Segi Pengelolaan

Pengelolaan tenaga kerja atau manajemen SDM pada perusahaan di sektor konstruksi merupakan tantangan kedua yang butuh perhatian khusus. Tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang paling berharga bagi industri low-tech dan industri padat karya seperti pada perusahaan konstruksi. Setiap perusahaan konstruksi yang ingin sukses maka harus mampu menarik, mempertahankan, dan mengembangkan para tenaga kerja berbakatnya. Oleh karena itulah dibutuhkan ketepatan dalam pengelolaan tenaga kerja. Namun tidak seperti aset fisik, tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang sulit dikelola, apalagi karena lingkup kerjanya adalah di lapangan.

Sudah ada banyak sekali perusahaan konstruksi dan proyek yang mengalami krisis dikarenakan perilaku tenaga kerjanya. Maka, jangan remehkan pentingnya peran manajemen SDM atau pengelolaan tenaga kerja agar dapat menghindari risiko buruk tersebut. Pahamilah tantangan apa saja yang dihadapi dalam mengelola tenaga kerja di lapangan dan gunakan tool  yang dapat membantu menanganinya.


Beberapa tantangan yang umum terjadi pada tenaga kerja konstruksi, antara lain :

  • Lokasi proyek yang berpindah-pindah, bahkan bisa sangat jauh dari tempat tinggal tenaga kerja, atau dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
  • Komposisi tenaga kerja dalam tim yang berubah-ubah sesuai kebutuhan proyek dan tahapan pengerjaan proyek.
  • Waktu kerja yang tidak menentu sehingga banyak tenaga kerja yang tidak bisa mengelola work-life balance.

Ada tantangan, pasti ada solusi. Untuk mengatasi berbagai tantangan pengelolaan tenaga kerja konstruksi seperti pada beberapa poin di atas, maka diperlukan tool pengelolaan SDM yang tepat dan profesional seperti Fingerspot.iO.

Keuntungan Perusahaan Konstruksi Pakai Fingerspot.iO

  • Absensi Realtime

Tantangan dalam mengelola tenaga kerja konstruksi pada poin pertama yakni, lokasi proyek yang berpindah-pindah, bahkan bisa sangat jauh dari tempat tinggal tenaga kerja atau dari satu lokasi ke lokasi yang lain, serta pada poin kedua yakni komposisi tenaga kerja dalam tim yang berubah-ubah sesuai kebutuhan proyek dan tahapan pengerjaan proyek, tak hanya menjadi masalah bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Namun, juga menjadi masalah bagi perusahaan untuk memantau kedisiplinan para tenaga kerja yang bertugas guna menilai kinerjanya. Meskipun demikian, tantangan lokasi proyek yang berpindah-pindah serta komposisi tim yang berubah-ubah tidak menjadi masalah dengan Fingerspot.iO. Karena dengan memanfaatkan Fitur absensi online berteknologi anti-fake GPS, serta notifikasi realtime di Fingerspot.iO maka kedisiplinan karyawan di lapangan bisa tetap terpantau dengan baik berdasarkan data kehadiran yang akurat. Masing-masing tenaga kerja konstruksi bisa melakukan absensi kapan saja dan di mana saja via App FiO di ponselnya. Dengan kemudahan absensi dan keakuratan data absensi seluruh tenaga kerja ini maka perusahaan bisa melakukan penilaian kinerja yang objektif dan efektif, sehingga bisa lebih mudah dalam meningkatkan kinerja demi kesuksesan setiap proyek yang dikerjakan.

Jika ingin setiap proyek sukses dan perusahaan semakin maju, maka lakukan penilaian kerja sebaik mungkin. Menurut Nesan dan Holt, 1999, penilaian kinerja merupakan salah satu faktor penting dalam penerapan manajemen SDM untuk mengukur dan meningkatkan kinerja seluruh tenaga kerja konstruksi.

  • Slip Gaji Online

Tantangan berikutnya dalam mengelola tenaga kerja konstruksi seperti poin ketiga di atas, yakni adanya waktu kerja yang tidak menentu sehingga banyak tenaga kerja yang tidak bisa mengelola work-life balance menjadi penyebab kemunduran motivasi kerja yang tentu berimbas pada kinerja para tenaga kerja dan berpengaruh pada kesuksesan proyek konstruksi. Bekerja tanpa motivasi dan semangat hanya akan membuat proyek terselesaikan secara asal-asalan atau bahkan tidak kunjung selesai. Hal ini akan sangat berdampak pada kepuasan pihak pemberi proyek, hingga menjadi penentu nasib atau keberlangsungan perusahaan ke depannya. Tidak ingin proyek dan perusahaan gagal kan.. segeralah ambil solusi untuk meningkatkan motivasi kerja.

Dengan menggunakan Fingerspot.iO maka perusahaan akan lebih mudah dalam memberikan penghargaan yang mampu memotivasi para tenaga kerja melalui penggajian yang tepat dan cepat. Fingerspot.iO merupakan aplikasi HRIS yang terintegrasi dengan software penggajian dan absensi, sehingga perusahaan bisa lebih mudah dan praktis dalam melakukan perhitungan dan transaksi penggajian, bahkan setiap tenaga kerja juga akan menerima slip gaji online yang bisa langsung dicek sendiri di ponselnya. Informasi penerimaan gaji yang cepat tersampaikan pada tenaga kerja akan dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja mereka.

Ketepatan dalam manajemen SDM atau pengelolaan tenaga kerja konstruksi ini akan sangat menentukan keberhasilan proyek dan nasib masa depan perusahaan. Percayakan pada aplikasi HRIS Fingerspot.iO untuk pengelolaan SDM atau tenaga kerja konstruksi yang lebih mudah, cepat, praktis dan efektif.

Balada WFH – Kerja Keras Tanpa Batas

Sistem kerja jarak jauh (remote working) atau yang juga dikenal dengan istilah kerja dari rumah (WFH) semakin dikenal dan digalakkan di dunia kerja nasional pasca penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Adaptasi terhadap sistem kerja yang bisa dibilang belum seberapa familiar bagi para pekerja di Indonesia ini tak urung menemui beragam kendala yang justru membuat proses kerja dari rumah terhambat dan hasil kerja pun jadi tidak semaksimal seperti saat kerja di kantor atau (WFO).

Berdasarkan hasil riset yang pernah dilakukan oleh World Economy Forum ada tiga kondisi yang menggambarkan WFH selama pandemi Covid-19, dimana salah satunya adalah waktu kerja yang lebih panjang. Sejalan dengan hasil riset mandiri lain yang menemukan bahwa 60% para pekerja WFH justru merasakan jam kerjanya bertambah. Hal ini tak urung membuat pekerja WFH yang bersangkutan merasakan kelelahan mental karena seolah harus kerja keras tanpa batas. Ada cukup banyak tenaga medis yang mengingatkan adanya dampak dari WFH terhadap masalah kesehatan, seperti masalah kelelahan yang dialami karyawan karena bekerja berlebihan akibat dari ketidakjelasan batas waktu kerja.

Kurangnya persiapan yang matang sebelum melakukan WFH, seperti tidak adanya perangkat penunjang kerja dan tidak adanya batasan yang jelas terkait waktu kerja di rumah hanya akan membuat karyawan berhadapan dengan banyaknya kendala yang menghambat pekerjaan. Berbagai kendala yang muncul kerap membuat karyawan harus bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, karena selain berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental karyawan, perusahaan pun bisa merugi akibat produktivitas karyawan yang menurun.

Solusinya, ganti sistem kerja keras selama WFH ini menjadi kerja cerdas. Caranya yaitu dengan mempersiapkan berbagai perangkat penting untuk mendukung kelancaran WFH.

Perangkat Wajib Untuk WFH

Melansir laman bisnis global thenewyorktimes, ada beberapa perangkat esensial sebagai senjata ampuh untuk kerja cerdas selama WFH, antara lain:

  • Ruangan yang Minim Distraksi

Salah satu perbedaan yang mencolok dari kondisi bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah adalah ruang kerja. Sangat jarang ditemui karyawan yang memiliki ruang khusus kerja di dalam rumahnya. Sehingga saat melakukan WFH tanpa mempersiapkan ruang khusus untuk bekerja maka kegiatan ini dilakukan di ruang mana pun dengan risiko banyaknya distraksi atau gangguan seperti riuhnya anak-anak, hewan peliharaan dan berbagai urusan rumah tangga lainnya. Jika memang tidak memiliki ruang khusus untuk bekerja, sebaiknya cari area di sudut atau sekitar rumah yang sekiranya minim distraksi. Bersihkan area tersebut dan letakkan beberapa alat pendukung kerja serta buat area tersebut senyaman mungkin untuk bekerja. Misalnya, dengan menempatkan vas bunga kesayangan, aromaterapi dan sebagainya.

  • Meja Kursi Kerja yang Nyaman

Pada umumnya meja kursi kerja yang disediakan kantor memiliki design yang ergonomis sehingga tetap nyaman digunakan meski harus bekerja sambil duduk selama berjam-jam. Lain halnya dengan saat bekerja di rumah yang belum tentu memiliki meja kursi yang nyaman untuk bekerja. Harga meja kursi kerja yang bisa dibilang tidak murah tentu menjadi pertimbangan khusus apakah akan membelinya atau tidak. Sebagai alternatifnya bisa dengan menggunakan meja kursi seadanya di rumah. Posisikan kursi agar pas dengan meja. Untuk menambah kenyamanan, letakkan bantal sebagai sandaran punggung atau dudukan yang lebih empuk.

  • Lampu Meja Kerja

Pencahayaan merupakan salah satu hal penting yang dapat menunjang kelancaran kerja. Jika pencahayaan di area kerja dalam rumah kurang baik, maka dapat menggunakan lampu meja kerja. Selain untuk mengatasi pencahayaan yang kurang baik di area kerja, lampu meja kerja juga bermanfaat manakala dibutuhkan lembur atau kerja di malam hari.

  • Laptop

Daripada menggunakan komputer, ada baiknya untuk lebih memilih menggunakan laptop. Kelebihan laptop yang kompatibel membuatnya mudah dibawa ke mana saja atau mudah dipindahkan ke berbagai area lain untuk bekerja di rumah. Bahkan jika terpaksa harus membawa pekerjaan ke luar rumah, misalkan harus berkunjung ke tempat lain, maka tetap bisa dilakukan dengan mudah tanpa perlu meninggalkan pekerjaan. Pilih laptop dengan kapasitas yang sesuai dengan tugas kerja yang dilakukan. Misalnya saja pada pekerjaan desain grafis dan animasi maka membutuhkan laptop dengan spek yang lebih tinggi untuk meng­-install software yang cukup berat, merender video dan sebagainya.

  • Koneksi Internet yang Stabil

Aktivitas kerja seperti berkirim e-mail, video conference, berkolaborasi tugas kerja menggunakan spreadsheet menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari yang menjadi lebih sering dilakukan ketika WFH. Aktivitas ini tentu membutuhkan koneksi internet. Pilihlah produk layanan internet yang stabil. Biasanya setiap produk internet ini memiliki keunggulan kekuatan jaringan di area-area tertentu. Pastikan produk internet yang dipilih sesuai dan optimal di area rumah.

  • Aplikasi WFH

Kenyamanan dan kemudahan ketika bekerja dari rumah akan membuat pekerjaan terasa menyenangkan dan mampu meningkatkan produktivitas. Telah banyak perusahaan yang membuktikan efektivitas sistem kerja dari rumah dengan dukungan perangkat digital seperti aplikasi penunjang WFH sehingga karyawan dapat bekerja dari rumah dengan leluasa, mudah, nyaman bahkan lebih produktif. Pada umumnya aplikasi penunjang WFH akan dapat memberikan kemudahan pada karyawan dalam melakukan absensi, pengajuan izin dan lembur, akses berbagai informasi penting dari perusahaan dan berbagai manfaat tambahan lain untuk kelancaran WFH.

Kerja Cerdas saat WFH Pakai Aplikasi App FiO

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa hal yang juga menyebabkan WFH menjadi tidak nyaman dan makin terasa seperti kerja keras tanpa batas adalah karena tidak adanya batasan waktu kerja. Untuk itu, gunakan aplikasi penunjang WFH yang tak hanya menawarkan manfaat umum seperti kemudahan absensi, pengajuan izin dan lembur, serta akses berbagai informasi penting dari perusahaan saja, namun sangatlah penting untuk memilih aplikasi penunjang WFH yang dapat memberikan manfaat pengaturan jadwal dan jam kerja seperti App FiO, sehingga karyawan WFH bisa bekerja dengan waktu seperti saat bekerja di kantor, tanpa harus mengalami kelelahan fisik dan mental atau overworked.

WFH Lancar Makin Digemari Karyawan

Meski menemui beberapa kendala, namun nyatanya sebagian besar karyawan menyatakan respon positif terhadap sistem kerja WFH. Seperti salah satu hasil survei mandiri berskala nasional pada tahun 2021 yang menunjukkan sebanyak 43,5% karyawan menilai WFH cukup positif, 33,3% menjawab positif, 15,8% merespon sangat positif, dan hanya kurang dari 6% karyawan responden yang menilai negatif. Berbagai data lain juga banyak yang menunjukkan bahwa sistem kerja WFH kini semakin menjadi idaman para karyawan.

Jika dipersiapkan dengan baik, maka WFH yang makin banyak disukai oleh karyawan ini memang dapat membuat karyawan merasa nyaman dan makin produktif. Pakai App FiO yang telah dibuktikan oleh banyak karyawan di berbagai perusahaan untuk mendukung kerja cerdas selama WFH.

Tidak mau kan kerja keras tanpa batas saat WFH? Yuk, kerja cerdas pakai App FiO

Kiat Memilih Aplikasi Absensi Online Karyawan Yang Tepat

Absensi online karyawan menjadi bagian dari tren dunia kerja masa kini sekaligus kebutuhan untuk menunjang sistem kerja yang ideal bagi karyawan yang bekerja di kantor, pabrik, rumah makan, salon, karyawan dengan mobilitas tinggi seperti sales kanvasing, satpam, hingga para karyawan yang bekerja dari jarak jauh (WFH). Pemilihan aplikasi absensi online karyawan yang tepat sangatlah penting untuk menunjang kelancaran setiap bisnis.

Kenapa Harus Pakai Aplikasi Absensi Online?

Lanjutkan membaca “Kiat Memilih Aplikasi Absensi Online Karyawan Yang Tepat”

Bahaya Monday Blues, Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Hari minggu yang penuh dengan suka cita dan keceriaan tiba-tiba berubah menjadi suram, penuh rasa cemas, lesu, seketika tidak bersemangat di penghujung hari. Serasa tidak siap dengan waktu yang tinggal beberapa jam lagi bertemu dengan hari Senin.

Lanjutkan membaca “Bahaya Monday Blues, Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya”

4 Budaya Kerja Baru di Era New Normal

Sudah kembali bekerja secara offline di kantor? Apa yang berbeda dengan budaya kerja Anda kali ini?

Tentunya, akan ada budaya-budaya baru yang harus dibiasakan. Usai menjalankan berbagai aktivitas kerja di rumah, kini Anda akan mendapatkan budaya kerja baru di masa pendemi Covid-19. Karena meski sudah new normal, bukan berarti pandemi ini berakhir.

Jadi, inilah 4 budaya kerja baru yang harus Anda ketahui dan biasakan di era new normal:
1. Menggunakan absensi online. Karena beragamnya jadwal kerja, perusahaan pasti akan menerapkan kebijakan yang disesuaikan. Absensi online ini akan menjadi hal yang paling terasa di budaya kerja era new normal. Mengingat, sebagian karyawan ada yang melakukan pekerjaan di rumah, Sebagian di kantor, atau sebagian masih harus bekerja dengan mobilitas tinggi.
Melalui absensi online, karyawan bisa melakukan absen kehadiran melalui ponsel. Tentunya dengan banyak data pendukung yang biasanya sudah tertata di aplikasi tersebut. Kini banyak developer software yang menyediakan absensi online agar pendataan absensi menjadi lebih mudah dan akurat.
Menariknya, karyawan juga bisa melakukan pengajuan izin dan atasan pun dapat menyetujui izin tersebut melalui aplikasi. Jadi, terbiasalah dengan penggunaan absensi online yang memudahkan kita melakukan proses absensi dengan akurasi yang terjamin.

2. Penggunaan layanan online meeting. Sudahkah kalian terbiasa dengan berbagai pertemuan kerja atau meeting secara virtual atau online? Aktivitas ini menjadi sebuah kebutuhan kerja saat ini untuk melakukan koordinasi karena harus membatasi diri untuk bertemu satu sama lain atau physical distancing.Menariknya, pengumuman rapat atau meeting online bisa dilakukan melalui aplikasi absensi online tadi. Sebab, aplikasi absensi online juga memiliki keunggulan lain yang menunjang berbagai kebutuhan kerja dan koordinasi.
Bukan sekadar absensi online, namun juga memiliki fitur pengumuman yang terintegrasi ke seluruh karyawan. Salah satu absensi online yang direkomendasikan Sidik-Jari adalah Fingerspot.iO. Anda bisa pelajari berbagai fitur di dalamnya, yang memudahkan budaya kerja baru saat ini.

3. Penerapan protokol kesehatan. Ketika pandemi Covid-19 ini datang, seluruh masyarakat sudah terbiasa dengan kewajiban dan kebijakan penggunaan protokol kesehatan. Diantaranya, karyawan harus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga melakukan pengukuran suhu tubuh. Semua upaya ini, akan dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
Apakah pengawasan ini bisa dipantau secara online? Tentu saja!Aplikasi absensi online juga bisa melampirkan data pemeriksaan suhu, seperti: foto hasil suhu tubuh, hingga bukti foto kesehatan pendukung yang dibutuhkan.

4. Work from Home dan Work from Office. Tren budaya kerja di era new normal ini mengatur sebagian karyawan untuk bekerja dari rumah dan sebagian lainnya harus bekerja dari kantor. Karena itu, perusahaan harus bisa memaksimalkan kerja dengan tipe ini. Karena itu, fitur-fitur dalam aplikasi abensi online, bisa jadi pilihan tepat untuk memaksimalkannya. Salah satunya, fitur E-Learning dan fitur Pantau Kinerja yang ada di absensi online Fingerspot.iO.

Kenali 4 budaya kerja baru di era new normal  ini dan mulailah beradaptasi. Semoga semua pekerjaan kita dimudahkan!

Absensi via Smartphone Makin Digemari Seiring Perkembangan Teknologi dan Globalisasi

absensi smartphoneTeknologi yang semakin maju terbukti mampu memangkas jarak dan waktu sehingga menciptakan efisiensi baru baik bagi perusahaan maupun pekerjanya. Hal terkait absensi mungkin bukan hal yang sering diperbincangkan, bahkan mungkin dianggap biasa. Namun nyatanya, tak jarang beberapa perusahaan cukup kewalahan menangani absensi karyawannya, hingga menjadi masalah “langganan” tiap awal bulan. Umumnya masalah yang sering terjadi adalah seputar rekap absensi yang kadang tidak tepat sehingga berimbas ke perhitungan gaji karyawan. Perhitungan cuti, terlambat masuk, banyaknya izin dan berbagai masalah lainnya seputar absensi, terkadang masih dianggap sepele. Padahal, perusahaan yang baik tentunya akan menjaga kesejahteraan karyawannya dengan memilih metode rekapitulasi absensi yang akurat dan tranparan.

Seiring dengan maraknya teknologi cloud dan internet of things pada berbagai perangkat rumah tangga dan aksesoris, teknologi premium tersebut kini sudah mulai merambah ke dunia absensi, memungkinkan pekerja untuk melakukan absensi dimana dan kapan saja menggunakan aplikasi absensi dari perangkat ponsel pintar mereka. Menurut survey online yang dilakukan oleh Paychex, sebuah perusahaan payroll internasional pada total 500 pekerja dan pemilik bisnis mancanegara Tren pada bulan Maret hingga April 2017 lalu, menunjukkan bahwa 29% dari pemilik bisnis lebih suka menggunakan metode absensi online berbasis web yang bisa diakses melalui PC, ponsel maupun tablet dan 14% menyatakan lebih suka menggunakan absensi berbasis aplikasi pada smartphone atau ponsel.

Metode absensi online seperti ini dianggap paling solutif dan sedang mendapatkan momentum untuk lebih berkembang kedepannya, terlebih bagi para pemilik bisnis muda. Sebanyak 61% dari pemilik bisnis yang berusia 18-34 tahun lebih memilih metode absensi online via website maupun aplikasi mobile, sisa 47% lainnya merupakan pemilik bisnis dengan rentang usia 50 tahun keatas masih mempercayakan metode absensi manual menggunakan pencatatan kertas.

Absensi Online Meningkatkan Akurasi dan Menunjang Inovasi Di Perusahaan

Metode absensi online yang real-time dirasa lebih akurat dan meminimalisir kesalahan yang sering terjadi bila menggunakan pencatatan manual di kertas atau software seperti excel. Selain itu juga metode absensi online sangat membantu pekerja yang banyak melakukan aktivitas diluar kantor atau pekerja dengan multi-schedule.

Meskipun metode absensi tradisional dengan kertas masih lazim digunakan, aplikasi absensi berbasis web-ponsel mulai ramai digunakan dan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih sistem absensi untuk perusahaan. Mengingat teknologi yang akan semakin berkembang, tak ada salahnya bila perusahaan mulai membuka diri terhadap perkembangan teknologi terkini dan memanfaatkannya untuk mengembangkan inovasi baru di perusahaan.

Solusi absensi online memberikan akses data yang lebih aman kapan saja, dimana saja, dan menawarkan fitur-fitur penting bagi perusahaan seperti gps tracking untuk data dan rekap absensi yang lebih akurat dan transparan, pencatatan indisipliner karyawan, dan report absensi bulanan. Adanya fitur-fitur tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasi dalam perusahaan dan memberkan fleksibilitas baru bagi perusahaan dan pekerja.

Bagi Anda yang belum tahu, cara absensi online ini bisa dibilang cukup unik. Beberapa aplikasi menggunakan pin lokasi sebagai acuan absensi, ada juga yang menggabungkannya dengan sistem selfie (swafoto) untuk menunjukan kebenaran lokasi absen tersebut. Biasannya metode absensi ini juga terintegrasi dengan hardware mesin absensi yang ada dikantor untuk penggunaan yang lebih optimal.

Di Indonesia sendiri kini mulai banyak ditemukan aplikasi serupa. Meskipun terbilang baru, namun peminatnya terlihat semakin bertambah seiring fitur-fitur baru yang diberikan oleh vendor absensi online tersebut, salah satunya EZCloud, aplikasi absensi online milik Fingerspot untuk kemudahan absensi dimana saja dan kapan saja.

Sumber : absensi smartphone