4 Aplikasi Ini Dukung Pembelajaran Jarak Jauh

Situasi Pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk transisi ke tatanan baru kehidupan atau era new normal. Hal ini juga berdampak pada dunia Pendidikan yang mengharuskan semua aktivitas dilakukan secara daring atau online. Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini kerap dianggap tidak efektif atau membebani.

Karena itu, pihak penyelenggara pendidikan atau lembaga pendidikan seperti: sekolah, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan non formal mulai memutar otak untuk memilih teknologi yang bisa mendukung aktivitas pembelajaran jarak jauh ini.

Peran teknologi untuk mendukung aktivitas belajar mengajar di era new normal pada lingkungan sekolah ini memang sangat membantu proses pembelajaran jarak jauh. Tentunya, Anda ingin mendapatkan aplikasi atau teknologi yang memiliki banyak fitur untuk proses belajar mengajar hingga urusan manajemen sekolah yang serba online.

Sidik Jari punya 4 pilihan aplikasi yang merupakan teknologi pembantu untuk berjalannya aktivitas pembelajaran jarak jauh yang kekinian. Baca penjelasannya, dan pilih sesuai kebutuhan dan pertimbangan keuntungannya.

1.Aplikasi Zoom

Aplikasi Zoom merupakan aplikasi yang mendukung komunikasi atau pertemuan (meeting) online yang paling sering digunakan oleh masyarakat saat ini. Selain penggunaan yang mudah, Zoom juga memiliki fitur yang mudah dipahami.

Penggunaan aplikasi ini dimanfaatkan masyarakat sebatas untuk keperluan pertemuan online atau saat prosesi belajar mengajar.

Dengan jumlah peserta terbatas, maka guru bisa memberikan penjelasan materi kepada para siswanya. Termasuk staf atau pejabat lembaga pendidikan, juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan meeting.

2. Aplikasi belajar FEdu.iO

Mungkin Anda akan mudah menemukan aplikasi belajar untuk menunjang kebutuhan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, sebagian dari aplikasi belajar yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan pihak sekolah secara lengkap.

Salah satu aplikasi belajar yang Sidik-Jari rekomendasikan untuk mendukung PJJ adalah aplikasi FEdu.iO atau Fingerspot Education. Aplikasi milik Fingerspot ini, dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Termasuk memiliki berbagai fitur yang diakses secara online untuk kemudahan siswa yang belajar dari rumah, maupun guru dan staf sekolah yang mengatur manajemen sekolah.

Menariknya, untuk pihak manajemen sekolah bisa mengatur berbagai kebutuhan administrasi seperti absensi dan pencatatan laporannya melalui aplikasi ini. Sebagai informasi, FEdu.iO ini terintegrasi dengan mesin absensi telapak tangan. Mengingat saat ini tren touchlessmenjadi primadona di saat pandemi, maka aplikasi ini memiliki banyak manfaat untuk berbagai pihak di lembaga pendidikan.

3. SPADA

Bagi lembaga pendidikan di tingkat perguruan tinggi, aplikasi SPADA atau Sistem Pembelajaran Daring Indonesia ini terbilang sering digunakan. Anda dapat memanfaatkannya untuk proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang mudah dan efektif.

SPADA merupakan sistem pembelajaran secara daring untuk tingkat Perguruan Tinggi yang langsung terhubung ke sistem masing-masing Perguruan Tinggi. Sudahkah perguruan tinggi Anda mencobanya?

4. Media sosial

Salah satu cara yang sering digunakan saat PJJ hingga saat ini adalah media sosial. Meskipun berbagai permasalahan dapat ditimbulkan akibat komunikasi yang kurang efektif, namun pemanfaatan media sosial ini terbilang yang favorit loh.

Sebagian besar sekolah atau lembaga pendidikan memanfaatkan media sosial sebagai media untuk mengumpulkan tugas atau membagikan tugas-tugas para siswa. Mungkin media sosial terlihat menyenangkan dan ramah untuk para siswa dan mahasiswa yang akrab dengan aplikasi media sosial.

Namun, untuk optimalisasi proses PJJ, baiknya Anda memilih 3 aplikasi di atas untuk komunikasi yang efektif dan manajemen sekolah atau perguruan tinggi yang lebih profesional.

Dengan memanfaatkan 4 aplikasi di atas, berbagai budaya kerja di lingkungan sekolah di era new normal akan terlaksana dengan efektif dan mudah. Silakan mencoba!

Sumber:

Fingerspot.com
Zoom
SPADA Kemendikbud

4 Budaya Kerja Baru di Era New Normal

Sudah kembali bekerja secara offline di kantor? Apa yang berbeda dengan budaya kerja Anda kali ini?

Tentunya, akan ada budaya-budaya baru yang harus dibiasakan. Usai menjalankan berbagai aktivitas kerja di rumah, kini Anda akan mendapatkan budaya kerja baru di masa pendemi Covid-19. Karena meski sudah new normal, bukan berarti pandemi ini berakhir.

Jadi, inilah 4 budaya kerja baru yang harus Anda ketahui dan biasakan di era new normal:
1. Menggunakan absensi online. Karena beragamnya jadwal kerja, perusahaan pasti akan menerapkan kebijakan yang disesuaikan. Absensi online ini akan menjadi hal yang paling terasa di budaya kerja era new normal. Mengingat, sebagian karyawan ada yang melakukan pekerjaan di rumah, Sebagian di kantor, atau sebagian masih harus bekerja dengan mobilitas tinggi.
Melalui absensi online, karyawan bisa melakukan absen kehadiran melalui ponsel. Tentunya dengan banyak data pendukung yang biasanya sudah tertata di aplikasi tersebut. Kini banyak developer software yang menyediakan absensi online agar pendataan absensi menjadi lebih mudah dan akurat.
Menariknya, karyawan juga bisa melakukan pengajuan izin dan atasan pun dapat menyetujui izin tersebut melalui aplikasi. Jadi, terbiasalah dengan penggunaan absensi online yang memudahkan kita melakukan proses absensi dengan akurasi yang terjamin.

2. Penggunaan layanan online meeting. Sudahkah kalian terbiasa dengan berbagai pertemuan kerja atau meeting secara virtual atau online? Aktivitas ini menjadi sebuah kebutuhan kerja saat ini untuk melakukan koordinasi karena harus membatasi diri untuk bertemu satu sama lain atau physical distancing.Menariknya, pengumuman rapat atau meeting online bisa dilakukan melalui aplikasi absensi online tadi. Sebab, aplikasi absensi online juga memiliki keunggulan lain yang menunjang berbagai kebutuhan kerja dan koordinasi.
Bukan sekadar absensi online, namun juga memiliki fitur pengumuman yang terintegrasi ke seluruh karyawan. Salah satu absensi online yang direkomendasikan Sidik-Jari adalah Fingerspot.iO. Anda bisa pelajari berbagai fitur di dalamnya, yang memudahkan budaya kerja baru saat ini.

3. Penerapan protokol kesehatan. Ketika pandemi Covid-19 ini datang, seluruh masyarakat sudah terbiasa dengan kewajiban dan kebijakan penggunaan protokol kesehatan. Diantaranya, karyawan harus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga melakukan pengukuran suhu tubuh. Semua upaya ini, akan dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
Apakah pengawasan ini bisa dipantau secara online? Tentu saja!Aplikasi absensi online juga bisa melampirkan data pemeriksaan suhu, seperti: foto hasil suhu tubuh, hingga bukti foto kesehatan pendukung yang dibutuhkan.

4. Work from Home dan Work from Office. Tren budaya kerja di era new normal ini mengatur sebagian karyawan untuk bekerja dari rumah dan sebagian lainnya harus bekerja dari kantor. Karena itu, perusahaan harus bisa memaksimalkan kerja dengan tipe ini. Karena itu, fitur-fitur dalam aplikasi abensi online, bisa jadi pilihan tepat untuk memaksimalkannya. Salah satunya, fitur E-Learning dan fitur Pantau Kinerja yang ada di absensi online Fingerspot.iO.

Kenali 4 budaya kerja baru di era new normal  ini dan mulailah beradaptasi. Semoga semua pekerjaan kita dimudahkan!

Tren Touchless Teknologi di Era New Normal

Era new normal yang kini diubah istilah menjadi adaptasi kebiasaan baru memperbolehkan masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti biasanya dengan mengikuti protokol kesehatan tentunya. Melalui adaptasi kebiasaan baru, diharapkan aktivitas roda perekonomian akan berjalan normal kembali.

Berbagai tempat seperti perkantoran, mall, kafe, restoran, hotel, tempat wisata, dan sebagainya mulai melakukan aktivitas kembali setelah berhenti beberapa bulan karena dampak dari Covid-19. Tentunya hal ini membuat seluruh tempat mau tidak mau untuk merapkan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga sudah mulai untuk membiasakan diri dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak saat berada di luar rumah.

Bukan hanya sekadar memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan, berbagai inovasi dihadirkan untuk mendukung kegiatan di era adaptasi kebiasaan baru. Salah satunya adalah penggunaan teknologi. Teknologi touchless atau tanpa sentuh kini menjadi tren di berbagai tempat umum maupun perusahaan untuk memastikan agar tetap higienis saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Apa saja tren touchless teknologi saat ini?

  1.Touchless lift button

Tombol lift merupakan salah satu benda yang banyak digunakan oleh orang saat akan berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya. Tentunya hal ini menimbulkan kekhawatiran apabila tombol lift menjadi media penularan Covid-19. Oleh karena itu kini beberapa tempat umum mengubah tombol lift dengan menggunakan sensor telapak tangan. 

  2. Mesin absensi vein atau telapak tangan

Menggunakan sensor telapak tangan, pengguna mesin absensi vein dapat secara langsung merasakan touchless teknologi di lingkungan perusahaan. Salah satu brand yang mengeluarkan dengan sensor telapak tangan adalah Fingerspot. Hanya dengan mengarahkan telapak tangan ke kamera mesin, mesin absensi akan langsung secara otomatis mencatat kehadiran karyawan di perusahaan. Bukan hanya itu saja, mesin absensi vein Fingerspot ini dapat dijadikan sebagai akses kontrol pintu. Karyawan bisa membuka pintu dengan mudah menggunakan telapak tangan.

3. Sistem parkir tanpa sentuh

Penggunaan tombol tanpa sentuh kini telah diterapkan di tempat parkir. Pengunjung yang akan memasuki area parkir hanya perlu melambaikan tangan ke sensor. Secara otomatis sensor akan membaca telapak tangan dan pengunjung mendapatkan karcis parkir tanpa harus menekan tombol.

4. Penggunaan absensi online karyawan

Absensi online karyawan mempermudah pengguna untuk melakukan absensi kehadiran dengan ponsel. Salah satu absensi online yang mudah digunakan adalah Fingerspot.iO. Dengan menggunakan absensi online, karyawan yang kembali melakukan aktivitas kerja dapat melakukan absensi kehadiran di ponsel sehingga meminimalisir terjadinya sentuhan.

5. Touchless hand sanitizer

Penggunaan hand sanitizer di luar rumah tentu memudahkan pengguna untuk mencuci tangan tanpa harus mencari air mengalir dan sabun. Akan tetapi hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran apabila penggunaan botol hand sanitizer menjadi media penularan Covid-19.  Oleh karena itu, adanya inovasi sensor telapak tangan pada tempat hand sanitizer meminimalisir terjadinya kontak fisik dengan pengguna. Pengguna hanya perlu mengarahkan telapak tangan pada bagian bawah tempat hand sanitizer.

Apakah Anda masih belum menggunakan touchless teknologi? Bersiap gunakan mulai dari sekarang agar aktivitas di luar rumah dapat dilakukan dengan nyaman.

Sumber:

CNN Indonesia

Kompasiana

Web Fingerspot

New Normal: Benda Higienis Jadi Primadona Termasuk Pilihan Mesin Absensi

Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih higienis dan mengedepankan kebersihan. Tak heran, bila saat ini berbagai hal dengan nilai higienitas tinggi lebih diminati banyak orang.

Era new normal membuat masyarakat semakin cerdas menyuguhkan dan memilah berbagai hal yang mengedepankan higienitas. Pada kenyataannya, masyarakat akan lebih memilih penjual makanan di pinggir jalan yang mengenakan alat pelindung diri, memilih restoran & menggunakan jasa yang menerapkan protokol kesehatan.

Dalam setiap kebutuhan, benda higienis akan menjadi primadona di era new normal, termasuk mesin absensi. Ya, mesin absensi merupakan benda yang digunakan oleh banyak orang secara bergantian. Terlebih di era new normal, sebagian besar perusahaan sudah kembali menerapkan kebijakan kerja dari kantor atau work from office (WFO).

Sebenarnya, banyak alternatif bagi perusahaanmu agar proses absensi   tetap berjalan lancar dengan tetap menjaga higienitas:

1. Mesin absensi sidik jari
Dengan mesin sidik jari, kamu tetap bisa menggunakannya secara higienis. Menyediakan hand sanitizer, atau kemudian membersihkan tempat sidik jari sebelum digunakan karyawan lain. Memang lebih rumit, namun tidak akan mengeluarkan biaya pembelian dan perawatan yang tinggi untuk mesin jenis ini. Sidik-jari.com pernah mengulas cara memilih mesin sidik jari yang recommended untuk jadi alternatif pilihan.

2. Mesin absensi wajah
Mesin absensi dengan sensor wajah menjadi pilihan yang banyak diminati perusahaan di masa pandemi Covid-19 ini. Fenomena baru karena pandemi ini, membuat masyarakat khawatir dan ragu melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sentuhan. Cukup dengan wajah, karyawan dapat melakukan proses absensi dengan akurat. Pilihan mesin absensi sensor wajah ini cukup banyak. Banyak brand yang memiliki varian mesin absensi wajah ini, seperti: Fingerspot, solution, ZKteco, dll.

3. Mesin absensi telapak tangan (Vein)
Mesin absensi menggunakan telapak tangan (vein) ini memiliki cara kerja yang sama dengan mesin absensi wajah. Mesin ini masih terbilang baru, namun menjamin higienitas proses absensi. Salah satu brand yang mengeluarkan produk terbaru dengan telapak tangan ini adalah Fingerspot. Hanya dengan menghadapkan tangan ke kamera mesin absensi, mesin absensi telapak tangan ini sudah bisa mencatat kehadiran karyawan dengan akurat. Karyawan bisa lebih tenang melakukan proses absensi tanpa menyentuh mesin.

4. Aplikasi absensi
Dilihat dari berbagai sumber dan marketplace, kamu akan banyak menemui aplikasi absensi untuk memantau kinerja karyawan perusahaan. Cara ini juga terbilang efektif untuk mengganti cara mencatat kehadiran karyawan. Mengingat fungsinya bisa digunakan di mana saja dan kapan saja sesuai aturan perusahaan. Minim penggunaan mesin dan mengandalkan sistem online.

Mau mencatat kehadiran karyawan dengan higienis dan akurat? Semua tergantung pilihan dan pertimbangan instansi. Semoga membantu!

New Normal: Tim Sales Jadi Garda Depan Pemulihan Industri

Seperti yang diketahui secara umum, tim sales merupakan ujung tombak perusahaan dalam memasarkan produk. Bahkan, tak menutupi fakta bahwa tim ini menjadi bagian penting dalam perputaran roda bisnis.

Di awal tahun 2020, Indonesia bahkan seluruh dunia merasakan dampak pandemi Covid-19 yang membuat lesu berbagai aspek, termasuk perindustrian dan ekonomi. Namun ketika pandemi Covid-19 ini sudah berlangsung berbulan-bulan dan tak menemukan titik solusi, banyak pihak dan negara memutuskan untuk memberlakukan new normal, termasuk Indonesia. New normalatau tatanan kebiasaan baru membuat semua aspek kembali bergerak, terlebih bagi perindustrian.

Bagaimana cara industri kembali bergerak cepat di era new normal?
Salah satunya dengan meningkatkan laju pergerakan tim sales yang menjadi garda depan pemulihan industri. Gunakan 5 cara ini untuk membuat tim sales Anda semakin kuat:

  1. Atur ulang target. Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung ini, mungkin sudah membuat kacau target penjualan selama kuartal pertama, bahkan kedua Anda. Untuk beradaptasi dengan kondisi new normal ini, maka segeralah atur ulang target dan sesuaikan dengan peraturan yang ada. Termasuk target yang bisa beradaptasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan, batasan fasilitas umum, dan hal lain yang berpengaruh pada industri Anda.

  2. Memiliki planning. Memiliki target namun tidak diikuti dengan planning yang tepat, sama saja dengan kembali terjerumus ke masa kritis. Anda harus memaksimalkan rencana kerja untuk mencapai target. Selain mengerjakan tugas pokok, berikan planning untuk mencari referensi, evaluasi, observasi, hingga beristirahat untuk mengurangi kejenuhan kerja. Planning ini akan memberikan hasil kerja yang maksimal.

  3. Jaga hubungan dengan pelanggan. Setiap individu yang tergabung dalam tim sales, harus bisa menjaga hubungan baik dengan semua konsumennya. Tim sales harus fokus pada calon pembeli potensial, pelanggan yang sudah ada, dan sebagainya yang memiliki peluang ke depannya. Menjaga hubungan dengan konsumen, dapat dilakukan secara manual atau dengan customer relation management (CRM).
  • Follow Up. Setelah mengatur target dan planning dengan baik, maka hal yang harus rutin dilakukan adalah follow up. Calon pelanggan yang tidak membeli produk hari ini, bisa jadi sedang menunggu waktu yang tepat untuk membeli produk tersebut. Anda harus bisa mengenali kebutuhan konsumen. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah meyakinkan konsumen ketika melakukan follow up.
  • Pemantauan kerja yang efektif. Bila sudah melakukan 4 poin di atas, maka penting bagi perusahaan untuk memastikan garda depannya melakukan tugas dengan baik. Yakni, melalui pemantauan kerja yang efektif. Terlebih, saat ini sudah tersedia aplikasi atau software yang berfungsi sebagai sales canvassing yang mudah ditemukan.
    Perusahaan dapat dengan mudah melakukan pemantauan kerja di luar kantor dengan laporan yang detail dan akurat. Semua ini bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi/software.

Sudah siap kembali memulihkan roda bisnis di era new normal? Maksimalkan tim sales Anda dengan 5 cara tersebut!

Sumber:
Web Fingerspot
Dunia marketing
Web Kanasecure
Sales1crm
Web Fingerspot.iO

Pastikan Mesin Absensimu Sudah Pakai Koneksi Terbaru!

Sidik-jari.com sudah pernah membahas tips untuk memilih mesin absensi fingerprint atau sidik jari yang baik. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, maka ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan lagi untuk memilih mesin absensi terbaik. Salah satu yang menjadi inovasi terbaru adalah koneksi pada mesin absensi Fingerprint atau sidik jari, yaitu koneksi WiFi.

Semakin beragam koneksi yang ada pada mesin absensi, maka pekerjaan pun menjadi lebih cepat selesai. Terbaru ini, koneksi yang sudah ada di berbagai mesin absensi fingerprint adalah koneksi WiFi atau biasa disebut mesin absensi WiFi.

Bila mesin absensi memiliki koneksi WiFi, maka pilihan koneksi lainnya pasti akan beragam, seperti: kabel USB, flashdisk, dan LAN. Koneksi WiFi pada mesin absensi ini terbilang baru dan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan para pengguna mesin absensi.

Mengapa harus memilih mesin absensi WiFi?

  1. Harga terjangkau dengan koneksi lebih lengkap
    Berdasar pantauan  Sidik-jari.com, beberapa mesin absensi WiFi dari berbagai merek, dibandrol dengan harga yang terjangkau.
    Untuk brand Fingerspot, mesin absensi yang terpantau di JD.ID – Fingerspot Official Store dibandrol dengan harga mulai Rp. 1 – 3 Jutaan. Sedang untuk brand Solution, ZKTeco, hingga Innovation dimulai dengan harga Rp. 1,5 – 4 Jutaan.
    Bila melihat harga yang dibandrol dari berbagai brand mesin absensi ini, harusnya mesin absensi yang kamu gunakan sudah dilengkapi dengan koneksi terkini, yaitu WiFi. Mengingat harganya sudah terjangkau.
  2. Cara scan beragam
    Kebanyakan mesin absensi WiFi memiliki cara scan yang beragam, meliputi: sidik jari, password, kartu, wajah, hingga telapak tangan (vein). Teknologi biometrik ini sudah berada di kebanyakan mesin absensi WiFi. Jadi, selain lengkap dalam urusan koneksi, kamu juga bisa mendapatkan mesin absensi WiFi dengan cara scan yang beragam.
  3. Praktis tanpa atur kabel LAN
    Bicara soal instalasi, mesin absensi WiFi jelas paling diunggulkan. Menggunakan mesin absensi WiFi tentunya tidak membutuhkan instalasi kabel jaringan atau LAN. Dengan mesin absensi WiFi ini, kamu bisa mengakses data lebih praktis menggunakan WiFi. Bisa mengakses data dari ruanganmu tanpa mendekati mesin absensi dan instalasi kabel yang rumit.
  4. Terhubung ke banyak mesin
    Bila perusahaanmu memiliki banyak mesin absensi yang harus dikelola datanya, maka mesin absensi WiFi ini akan sangat membantu.  Bila menggunakan mesin absensi dengan koneksi kabel USB & flashdisk, maka yang terjadi adalah kamu harus mengakses data dari mesin secara satu per satu dan berpindah dari satu ruang ke ruang lain.
    Bila menggunakan kabel LAN, mungkin kabel jaringan ini akan melintang ke mana-mana memenuhi ruangan di kantormu.

Dengan koneksi WiFi, kamu bisa mengakses data di berbagai mesin absensi, cukup di satu tempat tanpa memusingkan instalasi dengan kabel jaringan yang mungkin mengurangi estetika ruanganmu.

Dengan berbagai keunggulan di atas, rasanya sudah waktunya kamu mengganti mesin absensimu dengan mesin absensi WiFi. Apa mesin absensimu sudah menggunakan koneksi WiFi? Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat menggunakan mesin absensi WiFi ini.

Sumber:
Berbagai marketplace brand mesin absensi fingerprint
Keunggulan mesin absensi WiFi

Sudah Siapkah Pakai Mobil Berkunci Sidik Jari?

Saat ini, produsen otomotif sedang melirik kemutakhiran sidik jari sebagai keamanan. Dari beberapa media di luar negeri, banyak pembahasan tentang pengaplikasian sidik jari sebagai kunci otomotif, khususnya mobil.

Menurut berbagai produsen otomotif ini, teknologi pemindai sidik jari sudah digunakan pada hampir semua gadget dan perangkat elektronik. Bahkan sudah diaplikasikan dalam berbagai pelayanan untuk menunjang kemanan, seperti perbankan, kesehatan, pendidikan, perusahaan, dan banyak lagi.

Bahkan rencananya, Corporate Vice President Synaptics Godfrey Cheng berkata, tidak hanya digunakan sebagai kunci yang membuka atau menutup pintu, bahkan juga bisa berfungsi untuk menyalakan mesin mobil.

Menurut para produsen otomotif ini, kebanyakan kunci yang saat ini digunakan adalah kunci manual, yang dinilai masih rawan pencurian dan tindak kriminal lainnya.

Ada pula yang beranggapan dan menyiapkan rencana penambahan sistem keamanan mobil dengan sistem biometrik ini. Penggunaan sistem biometrik (sidik jari) ini, tentunya atas pertimbangan beberapa keuntungan penggunaan sidik jari.

Hal ini juga sedang disiapkan oleh produsen otomotif lain seperti: Hyundai Santa Fe yang merupakan perusahaan mobil Korea Selatan. Perusahaan ini bahkan sudah menyediakan mobil dengan kunci sidik jari di tahun 2019 lalu, di tingkatan pasar tertentu

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, tak heran bila sistem biometrik menjadi sangat mungkin di terapkan, bahkan di Indonesia. Kapankah mobil ini bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia? Mungkin kamu salah satu yang menunggunya.  

Aplikasi Penggajian Dapat Mengerjakan 5 Hal Ini

Untuk bagian Human Resource Development (HRD), aplikasi penggajian akan sangat dibutuhkan untuk mempermudah penghitungan gaji. Saat ini, banyak aplikasi penggajian yang bisa membantu mengelola kebutuhan absensi. Berdasar penelusuran Sidik-Jari.com, ada beberapa pengembang (developer) yang membuat aplikasi penggajian & absensi seperti: Fingerspot Personnel, HR Sleekr, LinovHR, Payroll & HR Talenta, dan masih banyak lagi. Namun kali ini, Sidik-Jari.com akan memberitahu kalian, sebenarnya apa saja yang bisa kita peroleh dari aplikasi penggajian?

Pada umumnya, aplikasi penggajian bisa mengerjakan 5 hal ini:

Lanjutkan membaca “Aplikasi Penggajian Dapat Mengerjakan 5 Hal Ini”

5 Rekomendasi Akses Kontrol Pintu Terbaru Tahun 2020

Sekarang semakin banyak produk akses kontrol atau kunci digital yang tersebar di pasaran. Hal ini tentunya mengikuti permintaan dan kebutuhan masyarakat yang sadar akan pentingnya perkembangan teknologi dan gaya hidup modern.

Akses kontrol pintu adalah alat yang membatasi pengguna untuk mengakses suatu ruangan dengan menempatkan sistem perangkat kontrol pada pintu. Dengan memasang alat ini, maka orang harus membukanya dengan metode seperti: pengenalan sidik jari, wajah, kartu, dan password.

Sebagian besar masyarakat telah memahami bahwa kunci pintu digital membawa banyak manfaat. Untuk Anda yang ingin meningkatkan sistem keamanan dan kenyamanan ruangan, rumah atau kantor, pasti bingung menentukan pilihan akses kontrol yang tepat.

Tenang saja! Sidik-Jari.com memiliki 5 rekomendasi akses kontrol pintu terbaru di tahun 2020 yang bisa memenuhi kebutuhan Anda:

Lanjutkan membaca “5 Rekomendasi Akses Kontrol Pintu Terbaru Tahun 2020”

Teknologi Biometrik Pembuluh Darah, Apa Lebih Baik dari Sidik Jari?

Bagi kalian yang sudah akrab dengan proses absensi, mungkin selama ini lebih akrab dengan sidik jari bukan?

Perlu Anda tahu, kini sudah ada identifikasi yang dinilai lebih akurat dan modern, dengan menggunakan pembuluh darah vena (Palm Vein Recognition).

Sayangnya, di Indonesia masih jarang yang menggunakannya untuk keperluan pembaca data atau absen. Lalu, apakah teknologi biometrik berbasis pembuluh darah ini lebih baik dibandingkan sidik jari?

Simak ulasan berikut ini:

Apa itu teknologi biometrik pembuluh darah (Palm Vein Recognition)?

Lanjutkan membaca “Teknologi Biometrik Pembuluh Darah, Apa Lebih Baik dari Sidik Jari?”