Manfaat Manajemen Kinerja Karyawan Untuk Mencapai Tujuan Usaha

Apakah tujuan perusahaan telah tercapai secara konsisten? Apakah cara untuk mencapai tujuan perusahaan yang selama ini dilakukan sudah efektif dan efisien?

Inilah pentingnya penerapan manajemen kinerja karyawan, sebuah komponen bisnis yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan agar dapat menjawab tantangan pencapaian tujuan perusahaan dengan berbagai cara yang efektif dan efisien.

Pengertian Manajemen Kinerja

Ada beberapa pengertian manajemen kinerja yang dikemukakan oleh  para ahli sebagai berikut:

  • Gary Schwartz (1999)

Manajemen kinerja yaitu model manajemen berbasis komunikasi terbuka oleh manajer dengan karyawan terkait pencapaian tujuan memberikan umpan balik dari manajer untuk karyawan begitu pun sebaliknya, demikian halnya pada penilaian kinerja.

  • Robert Bacal (1999)

Manajemen kinerja ialah komunikasi yang dilakukan secara terus-menerus dan dilaksanakan dalam kemitraan oleh karyawan dengan atasannya langsung, dengan proses yang meliputi aktivitas membangun harapan yang jelas dan memahami pekerjaan yang hendak dilakukan.

  • Michael Armstrong (2004)

Manajemen kinerja adalah pendekataan strategis dan terpadu untuk mencapai tujuan perusahaan secara konsisten dengan cara memperbaiki kinerja karyawan yang bekerja di dalam perusahaan, serta dengan cara mengembangkan potensi karyawan dalam tim dan kontribusi masing-masing karyawan secara individu.

Dari seluruh pendapat para ahli tentang definisi atau pengertian manajemen kinerja, jika dirangkum maka didapati pengertian umum bahwa manajemen kinerja merupakan sebuah aktivitas manajerial untuk memastikan tujuan perusahaan tercapai secara konsisten melalui berbagai cara yang efektif dan efisien.

Tujuan Manajemen Kinerja

Pelaksanaan manajemen kinerja pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam mencapai visinya secara efektif dan efisien. Di samping itu, manajemen kinerja juga memiliki beberapa tujuan yang berfokus pada beberapa aspek, seperti:

  • Tujuan Strategik

Secara strategik manajemen kinerja bertujuan untuk menyelaraskan aktivitas karyawan dengan tujuan perusahaan melalui pelaksanaan suatu strategi yang mencakup penjelasan tentang hasil yang ingin dicapai, perilaku, karakteristik karyawan yang diperlukan, pengembangan, pengukuran serta umpan balik atas kinerja karyawan.

  • Tujuan Administratif

Untuk mengevaluasi kerja guna pengambilan keputusan administratif, pembahasan, promosi, pemutusan hubungan kerja dan sebagainya.

  • Tujuan Pengembangan

Untuk melaksanakan pengembangan kapasitas karyawan yang memiliki kemampuan di bidang kerjanya, memberikan pelatihan untuk karyawan berkinerja kurang baik, dan penempatan karyawan pada posisi yang tepat.

  • Tujuan Khusus

Peningkatan kinerja yang berkesinambungan, motivasi, komitmen kerja, orientasi kerja karyawan; pengembangan potensi, kepuasan kerja dan pencapaian potensi karyawan; interaksi terbuka dan membangun antara karyawan dengan perusahaan; persiapan kerangka kerja untuk mencapai kesepakatan tujuan kerja, kriteria pelaksanaan pengukuran kerja; perhatian khusus bagi kelengkapan dan kemampuan yang dibutuhkan;  dasar pemberian imbalan; pemberdayaan dan mempertahankan karyawan berkualitas; mendukung inisiatif manajemen yang berkualitas secara menyeluruh; memperlihatkan sikap saling menghargai antar karyawan.

Manfaat Manajemen Kinerja

Meski tujuan utamanya adalah sebagai alat yang mempermudah perusahaan untuk mencapai visinya secara efektif dan efisien, namun manfaatnya tak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, manajer dan karyawan pun bisa turut mendapatkan manfaatnya.

  • Manfaat bagi Perusahaan
  • Sebagai dasar penyesuaian antara tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan dengan melakukan perbaikan kinerja.
  • Meningkatkan komitmen kerja karyawan.
  • Memperbaiki program pelatihan dan pengembangan.
  • Meningkatkan kemampuan kerja kayawan.
  • Sebagai acuan perencanaan karir karyawan.
  • Dapat mempertahankan karyawan berkualitas.
  • Mendukung perubahan budaya kerja yang lebih baik.
  • Menaikkan kualitas perusahaan dan pelayanan terhadap konsumen.
  • Manfaat bagi Manajer
  • Membantu usaha klasifikasi kinerja dan perilaku yang diharapkan.
  • Memperbaiki kinerja tim dan individu karyawan.
  • Pemanfaatan waktu kerja yang lebih berkualitas.
  • Memberikan penghargaan non-finansial untuk karyawan.
  • Memperbaiki karyawan berkinerja kurang baik
  • Pengembangan diri karyawan.
  • Pendukung kepemimpinan.
  • Memotivasi dan megembangkan kerjasama tim.
  • Sebagai kerangka kerja peninjauan tingkat kompetensi dan kinerja.
  • Manfaat bagi Karyawan
  • Sebagai informasi peran dan tujuan karyawan.
  • Mendukung kinerja karyawan.
  • Pengembangan kinerja dan potensi karyawan.
  • Dapat memanfaatkan waktu kerja yang lebih berkualitas.
  • Sebagai acuan objektivitas dan kejujuran kerja.
  • Lebih fokus pada tujuan, perbaikan diri dan cara kerja.

Syarat Dasar Manajemen Kinerja

Dalam menerapkan manajemen kerja terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar bisa berjalan dengan baik dan lancar, yakni:

  • Perusahaan harus mempunyai strategi yang jelas untuk mencapai tujuannya.
  • Perusahaan perlu untuk mempunyai indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) yang dapat diukur secara kuantitatif, ada target yang hendak dicapai dan batasan waktu yang jelas.
  • Adanya kontrak kerja yang berisikan ukuran kinerja yang telah dispakati oleh atasan dan bawahan pada perusahaan.
  • Perusahaan memberikan hukuman atau penghargaan yang konsisten dan bersifat membangun bagi seluruh karyawan.
  • Perusahaan memiliki kinerja yang tinggi untuk mewujudkan tujuannya dengan adanya dedikasi kepemimpinan yang kuat di level atas atau top managers.
  • Perusahaan menerapkan konsep manajemen dengan dasar kompetensi sehingga mampu menempatkan karyawan yang tepat pada posisi yang tepat pula dengan tujuan pencapaian kinerja perusahaan yang lebih tinggi.
  • Perusahaan memiliki siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi oleh semua yang ada di perusahaan, yakni dalam bentuk perencanaan kinerja, pengawasan, evaluasi dan penghargaan.

Meski sekilas tampak rumit, namun jika dilakukan dengan baik dan benar maka manajemen kinerja tidak akan sulit untuk diterapkan dan akan benar-benar mampu memberikan manfaat bagi perusahaan, manajer dan karyawan. Apalagi kini telah ada aplikasi HR yang mampu membantu pelaksanaan manajemen kinerja karyawan agar lebih lancar, yaitu Fingerspot.iO.

Fingerspot.iO, Aplikasi HR Andalan Manajemen Kinerja karyawan

Fingerspot.iO merupakan aplikasi HR yang dapat diandalkan untuk membantu manajemen perusahaan dalam pelaksanaan atau penerapan manajemen kinerja karyawan. dibekali dengan fitur-fitur lengkap untuk mendukung setiap siklus manajemen kinerja agar bisa dilakukan secara praktis, mudah dan cepat, antara lain:

  • Pantau atau monitoring dan mengevaluasi kinerja setiap karyawan melalui pelaporan kerja, program edukasi dan evaluasi rutin yang lebih praktis dan akurat.
  • Mengakses dan mengolah data kehadiran karyawan lebih cepat dan akurat, serta dapat diintegrasikan dengan sistem kehadiran biometrik seperti mesin absensi fingerprint di berbagai lokasi kerja, sehingga didapatkan data kedisiplinan karyawan untuk objektifitas penilaian kinerjanya.
  • Setiap karyawan mampu memanfaatkan waktu kerja dengan lebih baik, efektif dan maksimal karena bisa mengetahui waktu kerja karyawan secara valid sesuai posisi dan jadwal kerjanya.
  • Melakukan penggajian atau payroll karyawan lebih lancar, otomatis berdasarkan data kehadiran, jam kerja, kinerja, berbagai potongan seperti pajak, bpjs atau pinjaman pada perusahaan yang minim kesalahan dan lebih transparan.
  • Pemenuhan kewajiban dan hak jaminan sosial karyawan seperti pembayaran pajak, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan hingga informasi bank karyawan lebih mudah dengan monitoring dan pengelolaan melalui sistem yang profesional.
  • Komunikasi manajemen perusahaan dan karyawan terjaga baik dan lancar untuk berbagai kepentingan kerja, seperti pengolahan izin dan cuti karyawan lebih praktis dan otomatis yang bisa langsung direspon lewat App FiO di ponsel dengan multi tingkatan persetujuan, kemudahan update otomatis jumlah sisa jatah cuti setiap karyawan tanpa harus menghitung manual atau mengecek di tumpukan arsip seluruh karyawan, hingga broadcast pengumuman pada karyawan, serta meeting online yang fleksibel.
  • Pembuatan laporan HR yang meliputi absensi, penilaian kinerja dan performa karyawan, berbagai pengeluaran untuk SDM seperti pajak, gaji dan lain-lain bisa dilakukan lebih cepat meski dengan jumlah karyawan yang sangat banyak.

Dengan Fingerspot.iO proses pelaksanaan atau penerapan manajemen kinerja karyawan bisa lebih mudah bahkan pada karyawan yang bekerja secara remote atau work from home (WFH), sehingga apapun sistem kerja yang diberlakukan oleh perusahaan akan tetap bisa menerapkan manajemen kinerja karyawan dengan baik, mudah, praktis, efektif dan efisien.

Perbedaan BPJS Kesehatan Dan BPJS Ketenagakerjaan, Dari Sejarah Hingga Iurannya

Antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, keduanya memiliki persamaan yakni sama-sama merupakan program jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah Republik Indonesia. Hal ini seringkali membuat banyak masyarakat tidak bisa membedakan antara keduanya dan cenderung menganggapnya sama. Namun, sebenarnya, pada beberapa segi, antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan ini memiliki perbedaaan. Namun, bagi karyawan atau para pekerja, baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, keduanya bisa dimiliki dan dimanfaatkan secara bersamaan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyelenggarakan 2 (dua) macam jaminan sosial untuk para pekerja, yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Adapun manfaat dari BPJS Kesehatan adalah untuk memberikan perlindungan berupa pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap. Sedangkan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan bagi para pekerja yang terdaftar dalam bentuk perlindungan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, pensiun, dan kematian.

Untuk memahami detil perbedaan keduanya, coba perhatikan bagan sederhana berikut:

PERBEDAAN BPJS KESEHATAN DAN BPJS KETENAGAKERJAAN
Perbedaan
BPJS Kesehatan
BPJS Ketenagakerjaan
Sejarah Merupakan transformasi PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero). Merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero).
Awal Operasi Secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 2014. Secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2015.
Tugas Dasar Jaminan kesehatan bagi semua masyarakat Indonesia. Jaminan sosial bagi semua pekerja di Indonesia.
Peserta
  • Pekerja penerima upah.
  • Pekerja bukan penerima upah.
  • Bukan pekerja.
  • Pemerintah daerah.
  • Penerima bantuan iuran jaminan keshatan.
  • Penerima upah.
  • Bukan penerima upah.
  • Jasa konstruksi.
  • Pekerja migran Indonesia.
Fungsi Layanan
  • Layanan kesehatan tingkat pertama.
  • Layanan kesehatan tingkat lanjutan.
  • Rawat inap.
  • Jaminan kecelakaan kerja (JKK).
  • Jaminan hari tua (JHT).
  • Jaminan pensiun (JP).
  • Jaminan kematian (JKM).
  • Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Sejarah dan Waktu Awal Beroperasi

Berdasatkan informasi dari laman resmi BPJS diketahui bahwa BPJS Kesehatan yang merupakan transformasi PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero) mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 2014. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak lain adalah transformasi dari PT Jamsostek (Persero) secara resmi mulai beroperasi tepatnya pada tanggal 1 Juli 2015.

Tugas Dasar

BPJS Kesehatan memiliki tugas dasar sebagai jaminan kesehatan bagi semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, sehingga siapapun bisa memiliki dan memanfaatkannya. Berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang tugas dasarnya adalah menjadi Jaminan sosial bagi semua pekerja di Indonesia, sehingga hanya diperuntukkan bagi masyrakat Indonesia dengan kondisi dan syarat bahwa yang bersangkutan bekerja pada perusahaan yang telah mendaftarkannya pada BPJS Ketenagakerjaan.

Peserta

Perbedaan mendasar pada tugas masing-masing layanan sosial pemerintah ini menjadikan adanya perbedaan pada peserta yang bisa memiliki akses dan memanfaatkannya. Pada BPJS Kesehatan, maka masyarakat Indonesia manapun bisa menjadi peserta. Mulai dari Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Bukan Pekerja (BP), Pemerintah Daerah (PD Pemda), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) semua ini bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Khusus peserta yang termasuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa diberlakukan pada masyarakat di Indonesia yang bekerja pada suatu perusahaan yang telah mendaftarkannya. Adapun yang termasuk di dalamnya antara lain Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU), Jasa konstruksi, Pekerja migran Indonesia.

Fungsi Layanan

Perbedaan mendasar lain antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan terletak pada masing-masing fungsi layanannya. Pada BPJS Kesehatan memiliki sejumlah fungsi layanan yang mencakup Layanan kesehatan tingkat pertama, Layanan kesehatan tingkat lanjutan dan Rawat inap. Kemudian untuk BPJS Ketenagakerjaan sendiri berfungsi untuk memberikan layanan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) serta Jaminan Kematian (JKM), dan yang terbaru adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Penting Untuk Karyawan

Meski memiliki beberapa perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, keduanya sama-sama penting dengan masing-masing manfaat yang ditawarkannya. Dalam dunia kerja, kedua jenis program jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah RI ini sangat penting pula bagi seluruh pekerja atau karyawan karena memiliki manfaat jaminan menyeluruh, yakni kesehatan, keselamatan kerja dan hari tua, sehingga bisa membuat karyawan menjadi lebih tenang saat bekerja. Rasa tenang saat bekerja ini akan berdampak pula pada kinerja dan produktivitas karyawan.

Perhitungan Premi atau Iuran BPJS bagi Karyawan Sesuai UU yang Berlaku

Baik BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, keduanya merupakan komponen penyusun gaji yang sifatnya memotong atau mengurangi gaji karyawan. untuk itu, diperlukan pemahaman dan perhitungan premi atau iuran yang cermat sesuai dengan peraturan atau undang-undang yang berlaku saat ini.

  1. Premi atau Iuran BPJS Kesehatan bagi Karyawan

Untuk premi atau iuran BPJS Kesehatan besarnya adalah 5% dari upah atau gaji sebulan, dengan pembagian 4% ditanggung perusahaan, dan 1% dibayar oleh karyawan dari upah atau gajinya.

  • Premi atau Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan

Sedangkan terkait premi atau iuran BPJS Ketenagakerjaan besarannya berbeda-beda, tergantung pada jenis fungsi layanannya yang disesuaikan dengan gaji karyawan sebulan, seperti:

  • Jaminan Hari Tua (JHT) yang memiliki besaran iuran 5,7% dari gaji karyawan, dimana sebesar 3,7% dibayar oleh perusahaan, dan 2% dibayar oleh karyawan.
  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan premi atau iuran yang besarannya pun berbeda-beda, tergantung pada tingkat risiko pekerjaannya, Untuk pekerjaan dengan risiko kecelakaan sangat rendah adalah 0,24%, pekerjaan dengan risiko kecelakaan rendah sebesar 0,54%, pekerjaan dengan risiko kecelakaan sedang yaitu 0,89%, pekerjaan dengan risiko kecelakaan tinggi sebanyak 1,27%, pekerjaan dengan risiko kecelakaan sangat tinggi mencapai 1,74%, diamana keseluruhan pembayaran ditanggung oleh perusahaan.
  • Jaminan Kematian (JKM) memiliki besaran premi atau iuran yang berbeda-beda tergantung pada jenis pesertanya. Bagi Peserta Penerima Upah (PU) adalah 0,3% dari gajinya per bulan. Sedangkan bagi Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) sebesar Rp 6.800 per bulan. Untuk pekerja jasa konstruksi yakni 0,3% dari nilai kontrak yang akan ditambah prosentasenya sesuai penambahan nilai kontrak. Premi atau iuran Jaminan Kematian (JKM) ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
  • Jaminan Pensiun (JP) harus dibayarkan premi atau iurannya sebesar 3% dari gaji pokok dan tunjangan tetap karyawan tiap bulan. Dimana sebanyak 2% ditanggung oleh perusahaan, dan 1% dibebankan pada karyawan.
  • Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) wajib dibayarkan dengan besaran 0,46% dari gaji bulanan karyawan dengan pembagian penanggungan sebesar 0,22% oleh pemerintah dan iuran rekomposisi JKK sebesar 0,14% dan JKM sebesar 0,1%. Rekomposisi yang dimaksud di sini adalah iuran JKK dan JKM yang akan disesuaikan dengan iuran yang sudah ada.

Lalu bagaimana dengan karyawan kontrak?

Bagi karyawan yang berstatus kontrak, pemerintah tidak mengharuskan perusahaan agar mendaftarkan karyawan yang dikontrak kurang dari 3 bulan pada program jaminan pemeliharaan kesehatan, akan tetapi harus didaftarkan pada program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi maka harus mengikutsertakan pekerjanya, termasuk pekerja harian lepas, borongan, PKWT yang bekerja di posisi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pada program BPJS Ketenagakerjaan. Iuran atau premi BPJS bagi karyawan kontrak yang ditanggung oleh perusahaan yakni sebesar 0.24% hingga 1,74% dari jumlah gaji untuk pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Untuk Jaminan Kematian (JKM) premi atau iuran yang menjadi tanggungan perusahaan sebanyak 0,3%.

Hitung Premi/Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mudah Pakai FingerspotOne

Penting bagi HRD untuk melakukan perhitungan premi atau iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan seluruh karyawan di setiap bulannya dengan cermat dan teliti. Jumlah karyawan yang tidak sedikit dengan gaji, jenis pekerjaan serta berbagai kondisi lainnya yang berbeda-beda seringkali menyulitkan pihak HRD dalam melakukan perhitungan secara manual karena hasil hitungan jadi kurang tepat dan pada akhirnya justru akan mempersulit pihak perusahaan.

Untuk meminimalisir risiko salah perhitungan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan seluruh karyawan gunakan FingerspotOne.

FingerspotOne adalah aplikasi desktop yang dapat memberikan manfaat berupa solusi terbaik, lengkap dan praktis terkait pengelolaan personalia yang lebih sederhana, tepat, mudah, cepat dan efisien, karena didukung dengan fitur-fitur andal sehingga mampu membantu mempermudah tugas manajemen perusahaan atau HRD, termasuk Kemudahan dalam perhitungan premi atau iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan karyawan.

Tantangan Berat Kelola Tenaga Kerja Pada Perusahaan Sektor Konstruksi

Pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jalan tol, lintasan kereta api, bandara, pelabuhan, waduk, bendungan, pembangkit listrik, pos batas negara dan sebagainya tak lepas dari peran sektor konstruksi. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi memiliki cakupan pekerjaan yang sangat luas, mulai dari melayani jasa konsultasi konstruksi seperti pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, manajemen penyelanggaraan konstruksi bangunan, hingga melayani pekerjaan konstruksi antara lain pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, pembangunan kembali sebagian atau keseluruhan bangunan gedung maupun bangunan sipil, dengan melibatkan para pekerja terampil misalnya mandor, operator, teknisi, pengawas, serta ahli kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja pada perusahaan konstruksi memang pada umumnya akan menghabiskan waktu kerjanya di lapangan.

Keberhasilan proyek dan perusahaan di sektor konstruksi banyak bergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM) atau para tenaga kerja yang digunakan. Setidaknya ada dua kriteria mendasar yang harus dimiliki tenaga kerja konstruksi untuk mendukung keberhasilan setiap proyek yang dijalankan dan turut memajukan perusahaan, yakni kualitas dan pengelolaan para tenaga kerja. Namun, dua kriteria mendasar ini ternyata menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi hampir seluruh perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi.

Tantangan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi dari Segi Kualitas

Terkait kualitas SDM atau tenaga kerja di sektor konstruksi hingga kini masih menjadi suatu tantangan yang cukup berat. Berdasarkan data pusat pembinaan sumber daya investasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta LPJKN didapati bahwa dari 6,9 juta tenaga kerja konstruksi Indonesia, tidak lebih dari 10% berkualifikasi ahli, 30% terampil, dengan hanya ada sekitar 380.000 yang bersertifikat.

Peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia harus terus didorong karena memiliki potensi masa depan yang bagus. Menurut laporan Global Construction 2025, diproyeksikan sektor konstruksi Indonesia akan naik lima peringkat dari posisi sepuluh menuju posisi kelima sebagai pasar konstruksi terbesar dunia dalam kurun waktu 2012-2025.

Dengan demikian, SDM atau tenaga kerja konstruksi harus terus diperbaiki kualitasnya lewat pendidikan, pelatihan dan sertifikasi sehingga bisa membuat sektor konstruksi di Indonesia semakin maju dan berdaya saing global.

Tantangan Tenaga Kerja Sektor Konstruksi dari Segi Pengelolaan

Pengelolaan tenaga kerja atau manajemen SDM pada perusahaan di sektor konstruksi merupakan tantangan kedua yang butuh perhatian khusus. Tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang paling berharga bagi industri low-tech dan industri padat karya seperti pada perusahaan konstruksi. Setiap perusahaan konstruksi yang ingin sukses maka harus mampu menarik, mempertahankan, dan mengembangkan para tenaga kerja berbakatnya. Oleh karena itulah dibutuhkan ketepatan dalam pengelolaan tenaga kerja. Namun tidak seperti aset fisik, tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang sulit dikelola, apalagi karena lingkup kerjanya adalah di lapangan.

Sudah ada banyak sekali perusahaan konstruksi dan proyek yang mengalami krisis dikarenakan perilaku tenaga kerjanya. Maka, jangan remehkan pentingnya peran manajemen SDM atau pengelolaan tenaga kerja agar dapat menghindari risiko buruk tersebut. Pahamilah tantangan apa saja yang dihadapi dalam mengelola tenaga kerja di lapangan dan gunakan tool  yang dapat membantu menanganinya.


Beberapa tantangan yang umum terjadi pada tenaga kerja konstruksi, antara lain :

  • Lokasi proyek yang berpindah-pindah, bahkan bisa sangat jauh dari tempat tinggal tenaga kerja, atau dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
  • Komposisi tenaga kerja dalam tim yang berubah-ubah sesuai kebutuhan proyek dan tahapan pengerjaan proyek.
  • Waktu kerja yang tidak menentu sehingga banyak tenaga kerja yang tidak bisa mengelola work-life balance.

Ada tantangan, pasti ada solusi. Untuk mengatasi berbagai tantangan pengelolaan tenaga kerja konstruksi seperti pada beberapa poin di atas, maka diperlukan tool pengelolaan SDM yang tepat dan profesional seperti Fingerspot.iO.

Keuntungan Perusahaan Konstruksi Pakai Fingerspot.iO

  • Absensi Realtime

Tantangan dalam mengelola tenaga kerja konstruksi pada poin pertama yakni, lokasi proyek yang berpindah-pindah, bahkan bisa sangat jauh dari tempat tinggal tenaga kerja atau dari satu lokasi ke lokasi yang lain, serta pada poin kedua yakni komposisi tenaga kerja dalam tim yang berubah-ubah sesuai kebutuhan proyek dan tahapan pengerjaan proyek, tak hanya menjadi masalah bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Namun, juga menjadi masalah bagi perusahaan untuk memantau kedisiplinan para tenaga kerja yang bertugas guna menilai kinerjanya. Meskipun demikian, tantangan lokasi proyek yang berpindah-pindah serta komposisi tim yang berubah-ubah tidak menjadi masalah dengan Fingerspot.iO. Karena dengan memanfaatkan Fitur absensi online berteknologi anti-fake GPS, serta notifikasi realtime di Fingerspot.iO maka kedisiplinan karyawan di lapangan bisa tetap terpantau dengan baik berdasarkan data kehadiran yang akurat. Masing-masing tenaga kerja konstruksi bisa melakukan absensi kapan saja dan di mana saja via App FiO di ponselnya. Dengan kemudahan absensi dan keakuratan data absensi seluruh tenaga kerja ini maka perusahaan bisa melakukan penilaian kinerja yang objektif dan efektif, sehingga bisa lebih mudah dalam meningkatkan kinerja demi kesuksesan setiap proyek yang dikerjakan.

Jika ingin setiap proyek sukses dan perusahaan semakin maju, maka lakukan penilaian kerja sebaik mungkin. Menurut Nesan dan Holt, 1999, penilaian kinerja merupakan salah satu faktor penting dalam penerapan manajemen SDM untuk mengukur dan meningkatkan kinerja seluruh tenaga kerja konstruksi.

  • Slip Gaji Online

Tantangan berikutnya dalam mengelola tenaga kerja konstruksi seperti poin ketiga di atas, yakni adanya waktu kerja yang tidak menentu sehingga banyak tenaga kerja yang tidak bisa mengelola work-life balance menjadi penyebab kemunduran motivasi kerja yang tentu berimbas pada kinerja para tenaga kerja dan berpengaruh pada kesuksesan proyek konstruksi. Bekerja tanpa motivasi dan semangat hanya akan membuat proyek terselesaikan secara asal-asalan atau bahkan tidak kunjung selesai. Hal ini akan sangat berdampak pada kepuasan pihak pemberi proyek, hingga menjadi penentu nasib atau keberlangsungan perusahaan ke depannya. Tidak ingin proyek dan perusahaan gagal kan.. segeralah ambil solusi untuk meningkatkan motivasi kerja.

Dengan menggunakan Fingerspot.iO maka perusahaan akan lebih mudah dalam memberikan penghargaan yang mampu memotivasi para tenaga kerja melalui penggajian yang tepat dan cepat. Fingerspot.iO merupakan aplikasi HRIS yang terintegrasi dengan software penggajian dan absensi, sehingga perusahaan bisa lebih mudah dan praktis dalam melakukan perhitungan dan transaksi penggajian, bahkan setiap tenaga kerja juga akan menerima slip gaji online yang bisa langsung dicek sendiri di ponselnya. Informasi penerimaan gaji yang cepat tersampaikan pada tenaga kerja akan dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja mereka.

Ketepatan dalam manajemen SDM atau pengelolaan tenaga kerja konstruksi ini akan sangat menentukan keberhasilan proyek dan nasib masa depan perusahaan. Percayakan pada aplikasi HRIS Fingerspot.iO untuk pengelolaan SDM atau tenaga kerja konstruksi yang lebih mudah, cepat, praktis dan efektif.

Balada WFH – Kerja Keras Tanpa Batas

Sistem kerja jarak jauh (remote working) atau yang juga dikenal dengan istilah kerja dari rumah (WFH) semakin dikenal dan digalakkan di dunia kerja nasional pasca penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Adaptasi terhadap sistem kerja yang bisa dibilang belum seberapa familiar bagi para pekerja di Indonesia ini tak urung menemui beragam kendala yang justru membuat proses kerja dari rumah terhambat dan hasil kerja pun jadi tidak semaksimal seperti saat kerja di kantor atau (WFO).

Berdasarkan hasil riset yang pernah dilakukan oleh World Economy Forum ada tiga kondisi yang menggambarkan WFH selama pandemi Covid-19, dimana salah satunya adalah waktu kerja yang lebih panjang. Sejalan dengan hasil riset mandiri lain yang menemukan bahwa 60% para pekerja WFH justru merasakan jam kerjanya bertambah. Hal ini tak urung membuat pekerja WFH yang bersangkutan merasakan kelelahan mental karena seolah harus kerja keras tanpa batas. Ada cukup banyak tenaga medis yang mengingatkan adanya dampak dari WFH terhadap masalah kesehatan, seperti masalah kelelahan yang dialami karyawan karena bekerja berlebihan akibat dari ketidakjelasan batas waktu kerja.

Kurangnya persiapan yang matang sebelum melakukan WFH, seperti tidak adanya perangkat penunjang kerja dan tidak adanya batasan yang jelas terkait waktu kerja di rumah hanya akan membuat karyawan berhadapan dengan banyaknya kendala yang menghambat pekerjaan. Berbagai kendala yang muncul kerap membuat karyawan harus bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, karena selain berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental karyawan, perusahaan pun bisa merugi akibat produktivitas karyawan yang menurun.

Solusinya, ganti sistem kerja keras selama WFH ini menjadi kerja cerdas. Caranya yaitu dengan mempersiapkan berbagai perangkat penting untuk mendukung kelancaran WFH.

Perangkat Wajib Untuk WFH

Melansir laman bisnis global thenewyorktimes, ada beberapa perangkat esensial sebagai senjata ampuh untuk kerja cerdas selama WFH, antara lain:

  • Ruangan yang Minim Distraksi

Salah satu perbedaan yang mencolok dari kondisi bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah adalah ruang kerja. Sangat jarang ditemui karyawan yang memiliki ruang khusus kerja di dalam rumahnya. Sehingga saat melakukan WFH tanpa mempersiapkan ruang khusus untuk bekerja maka kegiatan ini dilakukan di ruang mana pun dengan risiko banyaknya distraksi atau gangguan seperti riuhnya anak-anak, hewan peliharaan dan berbagai urusan rumah tangga lainnya. Jika memang tidak memiliki ruang khusus untuk bekerja, sebaiknya cari area di sudut atau sekitar rumah yang sekiranya minim distraksi. Bersihkan area tersebut dan letakkan beberapa alat pendukung kerja serta buat area tersebut senyaman mungkin untuk bekerja. Misalnya, dengan menempatkan vas bunga kesayangan, aromaterapi dan sebagainya.

  • Meja Kursi Kerja yang Nyaman

Pada umumnya meja kursi kerja yang disediakan kantor memiliki design yang ergonomis sehingga tetap nyaman digunakan meski harus bekerja sambil duduk selama berjam-jam. Lain halnya dengan saat bekerja di rumah yang belum tentu memiliki meja kursi yang nyaman untuk bekerja. Harga meja kursi kerja yang bisa dibilang tidak murah tentu menjadi pertimbangan khusus apakah akan membelinya atau tidak. Sebagai alternatifnya bisa dengan menggunakan meja kursi seadanya di rumah. Posisikan kursi agar pas dengan meja. Untuk menambah kenyamanan, letakkan bantal sebagai sandaran punggung atau dudukan yang lebih empuk.

  • Lampu Meja Kerja

Pencahayaan merupakan salah satu hal penting yang dapat menunjang kelancaran kerja. Jika pencahayaan di area kerja dalam rumah kurang baik, maka dapat menggunakan lampu meja kerja. Selain untuk mengatasi pencahayaan yang kurang baik di area kerja, lampu meja kerja juga bermanfaat manakala dibutuhkan lembur atau kerja di malam hari.

  • Laptop

Daripada menggunakan komputer, ada baiknya untuk lebih memilih menggunakan laptop. Kelebihan laptop yang kompatibel membuatnya mudah dibawa ke mana saja atau mudah dipindahkan ke berbagai area lain untuk bekerja di rumah. Bahkan jika terpaksa harus membawa pekerjaan ke luar rumah, misalkan harus berkunjung ke tempat lain, maka tetap bisa dilakukan dengan mudah tanpa perlu meninggalkan pekerjaan. Pilih laptop dengan kapasitas yang sesuai dengan tugas kerja yang dilakukan. Misalnya saja pada pekerjaan desain grafis dan animasi maka membutuhkan laptop dengan spek yang lebih tinggi untuk meng­-install software yang cukup berat, merender video dan sebagainya.

  • Koneksi Internet yang Stabil

Aktivitas kerja seperti berkirim e-mail, video conference, berkolaborasi tugas kerja menggunakan spreadsheet menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari yang menjadi lebih sering dilakukan ketika WFH. Aktivitas ini tentu membutuhkan koneksi internet. Pilihlah produk layanan internet yang stabil. Biasanya setiap produk internet ini memiliki keunggulan kekuatan jaringan di area-area tertentu. Pastikan produk internet yang dipilih sesuai dan optimal di area rumah.

  • Aplikasi WFH

Kenyamanan dan kemudahan ketika bekerja dari rumah akan membuat pekerjaan terasa menyenangkan dan mampu meningkatkan produktivitas. Telah banyak perusahaan yang membuktikan efektivitas sistem kerja dari rumah dengan dukungan perangkat digital seperti aplikasi penunjang WFH sehingga karyawan dapat bekerja dari rumah dengan leluasa, mudah, nyaman bahkan lebih produktif. Pada umumnya aplikasi penunjang WFH akan dapat memberikan kemudahan pada karyawan dalam melakukan absensi, pengajuan izin dan lembur, akses berbagai informasi penting dari perusahaan dan berbagai manfaat tambahan lain untuk kelancaran WFH.

Kerja Cerdas saat WFH Pakai Aplikasi App FiO

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa hal yang juga menyebabkan WFH menjadi tidak nyaman dan makin terasa seperti kerja keras tanpa batas adalah karena tidak adanya batasan waktu kerja. Untuk itu, gunakan aplikasi penunjang WFH yang tak hanya menawarkan manfaat umum seperti kemudahan absensi, pengajuan izin dan lembur, serta akses berbagai informasi penting dari perusahaan saja, namun sangatlah penting untuk memilih aplikasi penunjang WFH yang dapat memberikan manfaat pengaturan jadwal dan jam kerja seperti App FiO, sehingga karyawan WFH bisa bekerja dengan waktu seperti saat bekerja di kantor, tanpa harus mengalami kelelahan fisik dan mental atau overworked.

WFH Lancar Makin Digemari Karyawan

Meski menemui beberapa kendala, namun nyatanya sebagian besar karyawan menyatakan respon positif terhadap sistem kerja WFH. Seperti salah satu hasil survei mandiri berskala nasional pada tahun 2021 yang menunjukkan sebanyak 43,5% karyawan menilai WFH cukup positif, 33,3% menjawab positif, 15,8% merespon sangat positif, dan hanya kurang dari 6% karyawan responden yang menilai negatif. Berbagai data lain juga banyak yang menunjukkan bahwa sistem kerja WFH kini semakin menjadi idaman para karyawan.

Jika dipersiapkan dengan baik, maka WFH yang makin banyak disukai oleh karyawan ini memang dapat membuat karyawan merasa nyaman dan makin produktif. Pakai App FiO yang telah dibuktikan oleh banyak karyawan di berbagai perusahaan untuk mendukung kerja cerdas selama WFH.

Tidak mau kan kerja keras tanpa batas saat WFH? Yuk, kerja cerdas pakai App FiO

Kiat Memilih Aplikasi Absensi Online Karyawan Yang Tepat

Absensi online karyawan menjadi bagian dari tren dunia kerja masa kini sekaligus kebutuhan untuk menunjang sistem kerja yang ideal bagi karyawan yang bekerja di kantor, pabrik, rumah makan, salon, karyawan dengan mobilitas tinggi seperti sales kanvasing, satpam, hingga para karyawan yang bekerja dari jarak jauh (WFH). Pemilihan aplikasi absensi online karyawan yang tepat sangatlah penting untuk menunjang kelancaran setiap bisnis.

Kenapa Harus Pakai Aplikasi Absensi Online?

Lanjutkan membaca “Kiat Memilih Aplikasi Absensi Online Karyawan Yang Tepat”

Jam Istirahat Kerja – Kewajiban Perusahaan Dan Hak Karyawan Yang Sering Diabaikan

Bekerja terus menerus tanpa beristirahat dengan alasan profesionalitas atau loyalitas tentu tidak dapat dibenarkan. Jam istirahat merupakan hak karyawan di setiap hari kerjanya, sekaligus kewajiban perusahaan untuk memberikannya. Waspadai dampaknya jika sering diabaikan.

Lanjutkan membaca “Jam Istirahat Kerja – Kewajiban Perusahaan Dan Hak Karyawan Yang Sering Diabaikan”

Ingin Bisnismu Makin Dilirik? Buat Company Profile Yang Mengesankan

Setiap bisnis, baik yang masih rintisan hingga yang sudah berskala besar saat ini mutlak memiliki website company profile. Meski bisa disajikan dalam bentuk cetak seperti buku, namun bentuk website atau situs resmi perusahaan kini lebih banyak dipilih karena lebih efektif dan efisien.

Kalau bisnismu belum punya compro atau company profile, coba simak penjelasan tentang company profile berikut.

Lanjutkan membaca “Ingin Bisnismu Makin Dilirik? Buat Company Profile Yang Mengesankan”

Bahaya Monday Blues, Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Hari minggu yang penuh dengan suka cita dan keceriaan tiba-tiba berubah menjadi suram, penuh rasa cemas, lesu, seketika tidak bersemangat di penghujung hari. Serasa tidak siap dengan waktu yang tinggal beberapa jam lagi bertemu dengan hari Senin.

Lanjutkan membaca “Bahaya Monday Blues, Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya”

Berbagai Manfaat QR Code Bagi Bisnis Masa Kini

Pengaplikasian teknologi digital bagi dunia bisnis terus mengalami inovasi dan semakin berkembang. Salah satunya adalah penggunaan QR Code untuk membantu kemudahan dan kelancaran bisnis. Beragam manfaat, mulai dari marketing, Public Relation (PR), transaksi pembayaran, operasional eksternal dan internal bisnis hingga absensi karyawan kini semakin mudah, cepat dan akurat pakai QR Code.

Lanjutkan membaca “Berbagai Manfaat QR Code Bagi Bisnis Masa Kini”

PAHAMI PLUS MINUS PAKAI KUNCI PINTU DIGITAL, AGAR DAPAT MANFAAT YANG LEBIH OPTIMAL

Dewasa ini makin banyak yang memasang kunci pintu digital. Hal ini tak lain dikarenakan oleh teknologi mutakhir pada kunci pintu digital yang dapat membantu memaksimalkan keamanan rumah, kantor, hotel, apartemen hingga kosan. Kunci pintu digital memang menawarkan sistem keamanan yang lebih baik daripada kunci pintu konvensional. Selain dapat meminimalisir tindakan yang tak diinginkan seperti pencurian, kunci pintu digital juga banyak digunakan dari sisi kenyamanan.

Lanjutkan membaca “PAHAMI PLUS MINUS PAKAI KUNCI PINTU DIGITAL, AGAR DAPAT MANFAAT YANG LEBIH OPTIMAL”