Manfaat Manajemen Kinerja Karyawan Untuk Mencapai Tujuan Usaha

Apakah tujuan perusahaan telah tercapai secara konsisten? Apakah cara untuk mencapai tujuan perusahaan yang selama ini dilakukan sudah efektif dan efisien?

Inilah pentingnya penerapan manajemen kinerja karyawan, sebuah komponen bisnis yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan agar dapat menjawab tantangan pencapaian tujuan perusahaan dengan berbagai cara yang efektif dan efisien.

Pengertian Manajemen Kinerja

Ada beberapa pengertian manajemen kinerja yang dikemukakan oleh  para ahli sebagai berikut:

  • Gary Schwartz (1999)

Manajemen kinerja yaitu model manajemen berbasis komunikasi terbuka oleh manajer dengan karyawan terkait pencapaian tujuan memberikan umpan balik dari manajer untuk karyawan begitu pun sebaliknya, demikian halnya pada penilaian kinerja.

  • Robert Bacal (1999)

Manajemen kinerja ialah komunikasi yang dilakukan secara terus-menerus dan dilaksanakan dalam kemitraan oleh karyawan dengan atasannya langsung, dengan proses yang meliputi aktivitas membangun harapan yang jelas dan memahami pekerjaan yang hendak dilakukan.

  • Michael Armstrong (2004)

Manajemen kinerja adalah pendekataan strategis dan terpadu untuk mencapai tujuan perusahaan secara konsisten dengan cara memperbaiki kinerja karyawan yang bekerja di dalam perusahaan, serta dengan cara mengembangkan potensi karyawan dalam tim dan kontribusi masing-masing karyawan secara individu.

Dari seluruh pendapat para ahli tentang definisi atau pengertian manajemen kinerja, jika dirangkum maka didapati pengertian umum bahwa manajemen kinerja merupakan sebuah aktivitas manajerial untuk memastikan tujuan perusahaan tercapai secara konsisten melalui berbagai cara yang efektif dan efisien.

Tujuan Manajemen Kinerja

Pelaksanaan manajemen kinerja pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam mencapai visinya secara efektif dan efisien. Di samping itu, manajemen kinerja juga memiliki beberapa tujuan yang berfokus pada beberapa aspek, seperti:

  • Tujuan Strategik

Secara strategik manajemen kinerja bertujuan untuk menyelaraskan aktivitas karyawan dengan tujuan perusahaan melalui pelaksanaan suatu strategi yang mencakup penjelasan tentang hasil yang ingin dicapai, perilaku, karakteristik karyawan yang diperlukan, pengembangan, pengukuran serta umpan balik atas kinerja karyawan.

  • Tujuan Administratif

Untuk mengevaluasi kerja guna pengambilan keputusan administratif, pembahasan, promosi, pemutusan hubungan kerja dan sebagainya.

  • Tujuan Pengembangan

Untuk melaksanakan pengembangan kapasitas karyawan yang memiliki kemampuan di bidang kerjanya, memberikan pelatihan untuk karyawan berkinerja kurang baik, dan penempatan karyawan pada posisi yang tepat.

  • Tujuan Khusus

Peningkatan kinerja yang berkesinambungan, motivasi, komitmen kerja, orientasi kerja karyawan; pengembangan potensi, kepuasan kerja dan pencapaian potensi karyawan; interaksi terbuka dan membangun antara karyawan dengan perusahaan; persiapan kerangka kerja untuk mencapai kesepakatan tujuan kerja, kriteria pelaksanaan pengukuran kerja; perhatian khusus bagi kelengkapan dan kemampuan yang dibutuhkan;  dasar pemberian imbalan; pemberdayaan dan mempertahankan karyawan berkualitas; mendukung inisiatif manajemen yang berkualitas secara menyeluruh; memperlihatkan sikap saling menghargai antar karyawan.

Manfaat Manajemen Kinerja

Meski tujuan utamanya adalah sebagai alat yang mempermudah perusahaan untuk mencapai visinya secara efektif dan efisien, namun manfaatnya tak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, manajer dan karyawan pun bisa turut mendapatkan manfaatnya.

  • Manfaat bagi Perusahaan
  • Sebagai dasar penyesuaian antara tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan dengan melakukan perbaikan kinerja.
  • Meningkatkan komitmen kerja karyawan.
  • Memperbaiki program pelatihan dan pengembangan.
  • Meningkatkan kemampuan kerja kayawan.
  • Sebagai acuan perencanaan karir karyawan.
  • Dapat mempertahankan karyawan berkualitas.
  • Mendukung perubahan budaya kerja yang lebih baik.
  • Menaikkan kualitas perusahaan dan pelayanan terhadap konsumen.
  • Manfaat bagi Manajer
  • Membantu usaha klasifikasi kinerja dan perilaku yang diharapkan.
  • Memperbaiki kinerja tim dan individu karyawan.
  • Pemanfaatan waktu kerja yang lebih berkualitas.
  • Memberikan penghargaan non-finansial untuk karyawan.
  • Memperbaiki karyawan berkinerja kurang baik
  • Pengembangan diri karyawan.
  • Pendukung kepemimpinan.
  • Memotivasi dan megembangkan kerjasama tim.
  • Sebagai kerangka kerja peninjauan tingkat kompetensi dan kinerja.
  • Manfaat bagi Karyawan
  • Sebagai informasi peran dan tujuan karyawan.
  • Mendukung kinerja karyawan.
  • Pengembangan kinerja dan potensi karyawan.
  • Dapat memanfaatkan waktu kerja yang lebih berkualitas.
  • Sebagai acuan objektivitas dan kejujuran kerja.
  • Lebih fokus pada tujuan, perbaikan diri dan cara kerja.

Syarat Dasar Manajemen Kinerja

Dalam menerapkan manajemen kerja terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar bisa berjalan dengan baik dan lancar, yakni:

  • Perusahaan harus mempunyai strategi yang jelas untuk mencapai tujuannya.
  • Perusahaan perlu untuk mempunyai indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) yang dapat diukur secara kuantitatif, ada target yang hendak dicapai dan batasan waktu yang jelas.
  • Adanya kontrak kerja yang berisikan ukuran kinerja yang telah dispakati oleh atasan dan bawahan pada perusahaan.
  • Perusahaan memberikan hukuman atau penghargaan yang konsisten dan bersifat membangun bagi seluruh karyawan.
  • Perusahaan memiliki kinerja yang tinggi untuk mewujudkan tujuannya dengan adanya dedikasi kepemimpinan yang kuat di level atas atau top managers.
  • Perusahaan menerapkan konsep manajemen dengan dasar kompetensi sehingga mampu menempatkan karyawan yang tepat pada posisi yang tepat pula dengan tujuan pencapaian kinerja perusahaan yang lebih tinggi.
  • Perusahaan memiliki siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi oleh semua yang ada di perusahaan, yakni dalam bentuk perencanaan kinerja, pengawasan, evaluasi dan penghargaan.

Meski sekilas tampak rumit, namun jika dilakukan dengan baik dan benar maka manajemen kinerja tidak akan sulit untuk diterapkan dan akan benar-benar mampu memberikan manfaat bagi perusahaan, manajer dan karyawan. Apalagi kini telah ada aplikasi HR yang mampu membantu pelaksanaan manajemen kinerja karyawan agar lebih lancar, yaitu Fingerspot.iO.

Fingerspot.iO, Aplikasi HR Andalan Manajemen Kinerja karyawan

Fingerspot.iO merupakan aplikasi HR yang dapat diandalkan untuk membantu manajemen perusahaan dalam pelaksanaan atau penerapan manajemen kinerja karyawan. dibekali dengan fitur-fitur lengkap untuk mendukung setiap siklus manajemen kinerja agar bisa dilakukan secara praktis, mudah dan cepat, antara lain:

  • Pantau atau monitoring dan mengevaluasi kinerja setiap karyawan melalui pelaporan kerja, program edukasi dan evaluasi rutin yang lebih praktis dan akurat.
  • Mengakses dan mengolah data kehadiran karyawan lebih cepat dan akurat, serta dapat diintegrasikan dengan sistem kehadiran biometrik seperti mesin absensi fingerprint di berbagai lokasi kerja, sehingga didapatkan data kedisiplinan karyawan untuk objektifitas penilaian kinerjanya.
  • Setiap karyawan mampu memanfaatkan waktu kerja dengan lebih baik, efektif dan maksimal karena bisa mengetahui waktu kerja karyawan secara valid sesuai posisi dan jadwal kerjanya.
  • Melakukan penggajian atau payroll karyawan lebih lancar, otomatis berdasarkan data kehadiran, jam kerja, kinerja, berbagai potongan seperti pajak, bpjs atau pinjaman pada perusahaan yang minim kesalahan dan lebih transparan.
  • Pemenuhan kewajiban dan hak jaminan sosial karyawan seperti pembayaran pajak, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan hingga informasi bank karyawan lebih mudah dengan monitoring dan pengelolaan melalui sistem yang profesional.
  • Komunikasi manajemen perusahaan dan karyawan terjaga baik dan lancar untuk berbagai kepentingan kerja, seperti pengolahan izin dan cuti karyawan lebih praktis dan otomatis yang bisa langsung direspon lewat App FiO di ponsel dengan multi tingkatan persetujuan, kemudahan update otomatis jumlah sisa jatah cuti setiap karyawan tanpa harus menghitung manual atau mengecek di tumpukan arsip seluruh karyawan, hingga broadcast pengumuman pada karyawan, serta meeting online yang fleksibel.
  • Pembuatan laporan HR yang meliputi absensi, penilaian kinerja dan performa karyawan, berbagai pengeluaran untuk SDM seperti pajak, gaji dan lain-lain bisa dilakukan lebih cepat meski dengan jumlah karyawan yang sangat banyak.

Dengan Fingerspot.iO proses pelaksanaan atau penerapan manajemen kinerja karyawan bisa lebih mudah bahkan pada karyawan yang bekerja secara remote atau work from home (WFH), sehingga apapun sistem kerja yang diberlakukan oleh perusahaan akan tetap bisa menerapkan manajemen kinerja karyawan dengan baik, mudah, praktis, efektif dan efisien.

New Normal: Tim Sales Jadi Garda Depan Pemulihan Industri

Seperti yang diketahui secara umum, tim sales merupakan ujung tombak perusahaan dalam memasarkan produk. Bahkan, tak menutupi fakta bahwa tim ini menjadi bagian penting dalam perputaran roda bisnis.

Di awal tahun 2020, Indonesia bahkan seluruh dunia merasakan dampak pandemi Covid-19 yang membuat lesu berbagai aspek, termasuk perindustrian dan ekonomi. Namun ketika pandemi Covid-19 ini sudah berlangsung berbulan-bulan dan tak menemukan titik solusi, banyak pihak dan negara memutuskan untuk memberlakukan new normal, termasuk Indonesia. New normalatau tatanan kebiasaan baru membuat semua aspek kembali bergerak, terlebih bagi perindustrian.

Bagaimana cara industri kembali bergerak cepat di era new normal?
Salah satunya dengan meningkatkan laju pergerakan tim sales yang menjadi garda depan pemulihan industri. Gunakan 5 cara ini untuk membuat tim sales Anda semakin kuat:

  1. Atur ulang target. Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung ini, mungkin sudah membuat kacau target penjualan selama kuartal pertama, bahkan kedua Anda. Untuk beradaptasi dengan kondisi new normal ini, maka segeralah atur ulang target dan sesuaikan dengan peraturan yang ada. Termasuk target yang bisa beradaptasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan, batasan fasilitas umum, dan hal lain yang berpengaruh pada industri Anda.

  2. Memiliki planning. Memiliki target namun tidak diikuti dengan planning yang tepat, sama saja dengan kembali terjerumus ke masa kritis. Anda harus memaksimalkan rencana kerja untuk mencapai target. Selain mengerjakan tugas pokok, berikan planning untuk mencari referensi, evaluasi, observasi, hingga beristirahat untuk mengurangi kejenuhan kerja. Planning ini akan memberikan hasil kerja yang maksimal.

  3. Jaga hubungan dengan pelanggan. Setiap individu yang tergabung dalam tim sales, harus bisa menjaga hubungan baik dengan semua konsumennya. Tim sales harus fokus pada calon pembeli potensial, pelanggan yang sudah ada, dan sebagainya yang memiliki peluang ke depannya. Menjaga hubungan dengan konsumen, dapat dilakukan secara manual atau dengan customer relation management (CRM).
  • Follow Up. Setelah mengatur target dan planning dengan baik, maka hal yang harus rutin dilakukan adalah follow up. Calon pelanggan yang tidak membeli produk hari ini, bisa jadi sedang menunggu waktu yang tepat untuk membeli produk tersebut. Anda harus bisa mengenali kebutuhan konsumen. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah meyakinkan konsumen ketika melakukan follow up.
  • Pemantauan kerja yang efektif. Bila sudah melakukan 4 poin di atas, maka penting bagi perusahaan untuk memastikan garda depannya melakukan tugas dengan baik. Yakni, melalui pemantauan kerja yang efektif. Terlebih, saat ini sudah tersedia aplikasi atau software yang berfungsi sebagai sales canvassing yang mudah ditemukan.
    Perusahaan dapat dengan mudah melakukan pemantauan kerja di luar kantor dengan laporan yang detail dan akurat. Semua ini bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi/software.

Sudah siap kembali memulihkan roda bisnis di era new normal? Maksimalkan tim sales Anda dengan 5 cara tersebut!

Sumber:
Web Fingerspot
Dunia marketing
Web Kanasecure
Sales1crm
Web Fingerspot.iO