Teknologi Biometrik Pembuluh Darah, Apa Lebih Baik dari Sidik Jari?

Bagi kalian yang sudah akrab dengan proses absensi, mungkin selama ini lebih akrab dengan sidik jari bukan?

Perlu Anda tahu, kini sudah ada identifikasi yang dinilai lebih akurat dan modern, dengan menggunakan pembuluh darah vena (Palm Vein Recognition).

Sayangnya, di Indonesia masih jarang yang menggunakannya untuk keperluan pembaca data atau absen. Lalu, apakah teknologi biometrik berbasis pembuluh darah ini lebih baik dibandingkan sidik jari?

Simak ulasan berikut ini:

Apa itu teknologi biometrik pembuluh darah (Palm Vein Recognition)?

Lanjutkan membaca “Teknologi Biometrik Pembuluh Darah, Apa Lebih Baik dari Sidik Jari?”

Whatsapp Baru Pakai Fingerprint, Ini 5 Alasan Sidik Jari Masih Layak Digunakan

Whatsapp baru ini resmi meluncurkan fitur terbarunya, yaitu fitur kunci fingerprint (sidik jari). Meski teknologi biometrik satu ini terbilang bukan yang terbaru, namun faktanya aplikasi perpesanan modern yang memiliki jutaan pengguna ini baru memanfaatkannya.

Ya, seperti yang dikutip dari beberapa berita tentang peluncuran fitur terbarunya itu, Whatsapp memang memilih menyediakan fitur kunci sidik jari untuk tujuan keamanan yang mudah.

Meski bukanlah teknologi biometrik terbaru, teknologi pengenalan sidik jari (fingerprint recognition) ini memang masih layak untuk digunakan.
Ini 5 alasan, mengapa sidik jari masih layak digunakan hingga saat ini:

Lanjutkan membaca “Whatsapp Baru Pakai Fingerprint, Ini 5 Alasan Sidik Jari Masih Layak Digunakan”

Melalui Sidik Jari Kemampuan Otak Dapat Dikenali

Test Sidik Jari Menggunakan Sensor U are U 4500
Test Sidik Jari Menggunakan Sensor U are U 4500

Sidik Jari – Pada artikel sebelumnya, kami pernah membahas tentang “Singkat dan Akurat Membaca Potensi Diri Lewat Sidik Jari” dan ini berkaitan dengan artikel yang saat ini kami sampaikan. Melalui sidik jari, banyak informasi yang dapat digali seperti potensi diri maupun kemampuan otak. Metode unik dalam mengenal kemampuan otak yaitu denga cara mengamati garis yang terdapat pada jari tangan dan telapak kaki. Ilmu yang digunakan untuk menganalisis potensi berdasar sidik jari disebut dermatoglyphics. Ilmu ini mempelajari pola guratan kulit atau sidik jari serta hubungannya dengan genetika tubuh manusia. Dalam beberapa penelitian, para ahli di bidang dermatoglyphics dan kedokteran anatomi tubuh menemukan fakta bahwa pola sidik jari bersifat genetis. Seperti sebuah kode khusus dalam diri manusia yang tidak bisa dihapus atau diubah bisa dikatakan unik. Kode ini pun sudah muncul ketika janin berusia 13-24 minggu. Keunikan pola ini tentu tidak akan sama pada setiap orang, mungkin mirip iya namun tidak pernah sama.

Faktor pertumbuhan saraf di otak memiliki hubungan dengan pertumbuhan jaringan kulit, temuan ini telah disampaikan oleh Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr. Stanley Cohen. Alasan ini dijadikan produk analisa oleh sebuah perusahaan yang memang berdiri untuk menganalisa kemampuan otak berdasarkan sidik jari. Proses analisanya, menggunakan sebuah alat pemindai sidik jari yang terkoneksikan dengan perangkat lunak. Pertama yang dilakukan adalah proses verifikasi kemudian memulai menghitung struktur sidik jari yang kemudian akan menampilkan hasil potensi berdasarkan genetik atau bawaan lahir. Tentu ini dapat menjadi analisa awal bagi kita untuk mengarahkan anak berdasarkan kemampuan otak sehingga akan lebih baik lagi kedepan. Untuk mendapatkan sensor sidik jari berkualitas, pastikan Anda mengetahui distributor resmi dan paket apa saja yang didapatkan.

Sumber : national geographic indonesia